Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Jejak komunikasi menjadi salah satu petunjuk dalam pencarian delapan masyarakat sekitar yang hilang di perairan Selat Sunda. Keaparatur negara kementerianan Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkap kontak terakhir rombongan terdeteksi berada di Pulau Sebesi pada 7 September 2026.

Penelusuran dilakukan bersama memanfaatkan jaringan operator seluler serta sistem monitoring spektrum frekuensi di sekitar wilayah pencarian.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria menyebutkan Kemkomdigi telah berkoordinasi bersama tiga operator seluler demi mendeteksi aktivitas BTS di sekitar Selat Sunda, baik dari wilayah Banten maupun Lampung.

“Komdigi sendiri telah berkoordinasi bersama operator seluler, tiga operator seluler itu telah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung,” ujar Nezar saat meninjau Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu (12/09/2026).

Selain jaringan operator, Kemkomdigi mengerahkan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di Banten dan Lampung demi mengecek kebarangkalian sinyal komunikasi yang tertangkap dari wilayah pencarian.

“Melalui balai monitoring frekuensi yang ada di Banten dan Lampung, kita terus menjalankan pengecekan bila ada sinyal-sinyal yang tertangkap,” katanya.

Kontak Terakhir di Pulau Sebesi

Informasi dari operator seluler lalu diteruskan kepada tim SAR demi diproses sebagai salah satu bahan dalam menentukan lokasi terakhir rombongan.

“Dari operator seluler kita telah memperoleh informasi dan informasi itu telah diteruskan kepada SAR dan telah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi,” ujar Nezar.

Pulau Sebesi menjadi titik penting dalam penelusuran lantaran merupakan salah satu gugus pulau terdekat dari Gunung Anak Krakatau.

Rombongan yang kehilangan kontak tersebut terdiri dari lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu. Mereka berada di perairan Selat Sunda demi menjalankan tugas jurnalistik memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Hari Kelima, Pencarian Diperluas

Pada Sabtu (12/09/2026), pencarian memasuki hari kelima. Tim SAR Banten bersama aparat TNI Angkatan Laut dan Polairud memperluas penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan pihak korban.

Sesejumlah 14 kapal dan satu helikopter dikerahkan dalam operasi pencarian.

Kemkomdigi juga terus mendukung proses tersebut melalui kapasitas infrastruktur dan pemantauan spektrum frekuensi, sembari berkoordinasi bersama operator seluler dan tim SAR.

“Kita terus memantau, terus mencari dan sama-sama kita berdoa. Kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar proses pencarian ini kita seluruh diberikan kekuatan dan kita dapat menemukan delapan masyarakat sekitar kita yang kini berada di perairan Selat Sunda,” tuturnya.

Di tengah proses pencarian, Kemkomdigi turut memantau informasi yang beredar di ruang digital terkait insiden tersebut. Masyarakat diimbau memverifikasi setiap informasi dan menjadikan keterangan resmi dari tim yang terlibat langsung dalam operasi pencarian sebagai rujukan utama.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article