Pegasus Dipakai Polisi Israel Memata-matai Warganya, Sekarang Dipakai Listyo Sigit Cs Sadap Prabowo?

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret petinggi Kepihak kepolisianan Negara Republik Indonesia (Polri) memasuki babak serius.

Bareskrim menahan tiga jenderal termasuk eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang diduga berada di balik operasi rahasia tersebut, sementara satu jenderal bintang dua lainnya masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Dua petinggi Polri yang turut ditahan merupakan Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Widyaiswara Kepihak kepolisianan Utama TK I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Eko Hadi Santoso.

Sementara itu, Irjen Slamet Uliandi masih berstatus saksi dalam perkara tersebut.

Terkuaknya kasus penyadapan Prabowo ini memiliki kaitan bersama investigasi panjang MediaKeadilan.com bersama konsorsium IndonesiaLeaks sekitar tiga tahun silam.

Investigasi tersebut menelusuri perburuan perangkat spionase mutakhir kelas militer asal Israel, Pegasus.

Pegasus Juga Dipakai Polisi Israel

Perangkat lunak besutan korporasi teknologi Israel, NSO Group, itu dikenal memiliki kemampuan menyusup ke telepon seluler demi mengakses berbagai informasi pribadi.

Dikutip dari laporan investigasi media Israel, calcalistech, Pegasus sempat digunakan Kepihak kepolisianan Israel demi menyadap telepon genggam masyarakat sekitar negaranya sendiri.

Sejumlah target dilaporkan mencakup wali kota, pemimpin demonstrasi anti-pihak pemerintah, hingga mantan pegawai korporasi milik pihak pemerintah.

Dalam laporannya, media tersebut mengungkap penggunaan Pegasus demi meretas ponsel masyarakat sekitar dari jarak jauh, mengambil informasi, membaca pesan, hingga mendengarkan percakapan telepon.

Dibeli Sejak 2013, Biayanya Puluhan Juta Shekel

Kepihak kepolisianan Israel pertama kali membeli Pegasus dari NSO Group pada Desember 2013, ketika Yohanan Danino menjabat sebagai kepala kepihak kepolisianan.

Sistem tersebut mengawali dioperasikan pada masa kepemimpinan penggantinya, Roni Alsheikh, yang dilantik pada Desember 2015 setelah semasih belumnya menjabat sebagai wakil kepala badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet.

Alsheikh disebut menjadi salah satu aparatur negara yang mendorong peningkatan penggunaan perangkat lunak tersebut. Biaya pembelian, pemeliharaan, dan operasional Pegasus dilaporkan mencapai puluhan juta shekel selama bertahun-tahun.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article