Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Jenis-jenis Gempa

admin
By admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang teramat ditakuti manusia lantaran kedatangannya yang mendadak dan dampaknya yang dapat amat merusak. Getaran yang merambat melalui kerak bumi ini kerap kali menimbulkan kerusakan infrastruktur, longsor, hingga tsunami di wilayah pesisir.

Di Indonesia, yang terletak di jalur Cincin Api Pasifik, pemahaman tentang gempa bumi menjadi amat penting untuk seluruh masyarakat sekitar. Proses terjadinya gempa bumi tidak lepas dari dinamika untukan dalam bumi yang terus bergerak.

Kerak bumi terpecah menjadi sejumlah lempeng tektonik besar yang saling bergeser, bertumbukan, atau menjauh. Ketika energi yang terkumpul di zona-zona pertemuan lempeng tersebut mencapai titik kritis, energi itu dilepaskan dalam bentuk gelombang seismik yang kita rasakan sebagai gempa.

Selain pergerakan lempeng, ada pula faktor lain yang dapat memicu getaran bumi, bagaikan aktivitas gunung berapi atau bahkan aktivitas manusia. Setiap jenis gempa memiliki karakteristik, penyebab, dan pola kerusakan yang berbeda.

Oleh lantaran itu, mengenali proses dan jenis-jenis gempa menolong kita makin siap menyikapi risiko. Nah, artikel ini akan membahas secara runtut bagaimana gempa bumi terjadi serta menguraikan berbagai jenis gempa yang dikenal dalam ilmu kebumian.

Dengan pengetahuan ini, diharapkan masyarakat sekitar dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi.

Proses Terjadinya Gempa Bumi secara Umum

Gempa bumi terjadi lantaran pelepasan energi elastis yang tersimpan di dalam batuan kerak bumi. Energi ini menumpuk akibat pergerakan lambat lempeng tektonik yang terus-menerus.

Batuan di sepanjang patahan (fault) merasakan tekanan atau regangan hingga akhirnya tidak mampu lagi menahan gaya tersebut. Saat batuan patah atau bergeser secara tiba-tiba, energi dilepaskan dalam bentuk gelombang seismik yang merambat ke segala arah.

Titik di dalam bumi tempat energi dilepaskan disebut hiposentrum, sementara itu titik di permukaan bumi tepat di atasnya disebut episentrum. Semakin dangkal hiposentrum, semakin besar potensi kerusakan di permukaan.

Peran Lempeng Tektonik dalam Memicu Gempa

Lempeng tektonik bumi bergerak bersama kecepatan sejumlah sentimeter per tahun. Ada tiga jenis batas lempeng: konvergen (bertumbukan), divergen (saling menjauh), dan transform (saling bergeser horizontal).

Di batas konvergen, bagaikan di zona subduksi di sekitar Indonesia, satu lempeng menunjam di bawah lempeng lain dan menghasilkan gempa besar.

Di batas transform, bagaikan Sesar San Andreas, gesekan lateral juga kerap menimbulkan gempa.

Akumulasi tegangan di sepanjang patahan ini merupakan sumber utama gempa tektonik yang teramat kerap terjadi dan teramat merusak.

Gelombang Seismik yang Dihasilkan

Ketika gempa terjadi, dua jenis gelombang utama dihasilkan: gelombang badan (body waves) dan gelombang permukaan (surface waves).

Gelombang primer (P-wave) bergerak teramat cepat dan merupakan gelombang kompresi, sementara itu gelombang sekunder (S-wave) bergerak makin lambat dan bersifat geser.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article