QRIS Lintas Negara Buka Akses Pelaku Ekonomi Kreatif ke Pasar Global

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Penguatan konektivitas pembayaran lintas negara melalui QRIS membuka akses yang makin luas untuk tersangka ekonomi kreatif Indonesia dalam menyambut baik pembayaran dari pasar global.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebutkan Keaparatur negara kementerianan Ekonomi Kreatif terus memperkuat kolaborasi bersama Bank Indonesia demi mempermudah konektivitas pembayaran untuk tersangka ekraf di luar negeri yang penting demi pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang berorientasi global.
 
“Bukan cuma lewat internet, bukan cuma pada saat kita menjemput bola dan mencari customer-customer yang ada, tapi juga nanti cash flow-nya dilakukan lewat Bank Indonesia supaya bayarannya dapat mengalir,” kata Irene dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta akhir pekan pada hari semasih belumnya.
 
Irene menyebutkan tersangka ekonomi kreatif Indonesia pada saat ini tidak cuma menyasar konsumen di dalam negeri, namun juga telah mengawali memperluas pasar ke berbagai negara. Ia menyebutkan sejumlah negara bagaikan Jepang, Amerika, dan juga negara-negara berkembang lainnya cukup menggemari produk dari Indonesia.
 
Namun, ada sejumlah tantangan yang masih menjadi keterbatasan tersangka ekraf yang berjualan di luar negeri. Salah satu tantangan yang dihadapi merupakan keterbatasan akses terhadap rekening perbankan dan mekanisme penerimaan pembayaran di negara tujuan.
 
“Banyak sekali bila kita ke Jepang, ke Amerika, ke negara-negara berkembang lainnya, mereka amat menggemari produk dari Indonesia. Tapi teman-teman kita pada saat berjualan di sana tidak dapat membuka rekening bank dan amat susah demi menyambut baik bayaran,” ujar Irene
 
Ia menilai konektivitas ekonomi kreatif tidak cukup cuma melalui internet demi mempertemukan tersangka usaha bersama konsumen di berbagai negara. Kemudahan dalam menyalurkan pembayaran juga diperlukan agar transaksi yang terjadi dapat diikuti bersama arus dana yang makin lancar.
 
Menurut Irene, kemudahan dan penguatan sistem pembayaran dapat mendukung tersangka ekonomi kreatif ketika memperluas jangkauan usaha ke pasar internasional.
 
Salah satu praktiknya saat penggunaan QRIS diperkenalkan dalam kegiatan promosi produk ekonomi kreatif Indonesia di luar negeri, saat Keaparatur negara kementerianan Ekonomi Kreatif mengangkut makin dari 100 merek dan makin dari 20 subsektor ekonomi kreatif ke Singapura.
 
Dalam kegiatan tersebut, transaksi produk Indonesia tidak cuma mengandalkan kartu kredit, namun juga memakai QRIS sebagai salah satu metode pembayaran.
 
Ia menyebutkan penguatan konektivitas pembayaran digital dinilai dapat menjadi untukan dari infrastruktur pendukung untuk ekonomi kreatif Indonesia demi memperluas pasar sekaligus memperlancar transaksi, baik di dalam maupun luar negeri.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article