Reaksi Jokowi Soal Penyadapan Presiden Prabowo Disorot Media Internasional

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Reaksi mantan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) terhadap kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan media internasional.

Salah satu media negara tetangga Malaysia, Sinar Harian menyoroti reaksi Jokowi saat ditanya awak media soal kasus penyadapan ilegal terhadap Prabowo.

“Jokowi memilih tidak menyerahkan sejumlah komentar ketika ditanya wartawan mengenai kontroversi tersebut saat menghadiri persidangan kasus dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026),” ulas media asing itu.

“Jokowi lalu berjalan sambil tersenyum kepada masyarakat sekitar yang menyambut kedatangannya,” sambung media Malaysia itu.

Pada ulasan lain, media Malaysia itu menyebut sejumlah rumor dan sangkaan ada kaitannya skandal penyadapan Presiden Prabowo bersama Jokowi.

“Meski demikian, spekulasi tersebut masih belum membuktikan adanya keterlibatan Jokowi dalam dugaan penyadapan,” tegas media Malaysia itu.

Jokowi Hadiri Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu

Kedatangan Jokowi ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis berkaitan bersama persidangan kasus dugaan fitnah mengenai keaslian ijazah miliknya.

Mantan Presiden Indonesia itu hadir sebagai saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum. Perkara tersebut melibatkan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo serta Tifauzia Tyassuma alias Dr Tifa.

Keduanya menyikapi proses persidangan secara terpisah terkait tuduhan mengenai ijazah Jokowi.

Jokowi sendiri semasih belumnya telah menciptakan laporan pihak kepolisian yang menjadi salah satu dasar proses hukum terhadap kedua terdakwa.

Kehadiran Jokowi disambut ribuan pendukung di sekitar pengadilan. Sejumlah pendukung terlihat mengangkut spanduk bertuliskan ‘Kami percaya kepada Jokowi dan UGM’

Untuk mengamankan jalannya persidangan, sesejumlah 6.770 personel gabungan kepihak kepolisianan dan aparat TNI dikerahkan.

Kapolres Jakarta Timur Alfian Nurrizal menyebut pengerahan personel dilakukan demi mengonfirmasi situasi tetap terkendali.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article