Realisasi Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp 368 Triliun

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Pemerintah melalui Keaparatur negara kementerianan Koordinator Bidang Perekonomian membeberkan bila akumulasi realisasi investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada saat ini telah tembus Rp 368 triliun.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah sekaligus Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, membeberkan realisasi investasi ini berasal dari 25 KEK dan 181 Kawasan Industri (KI). Secara keseluruhan, total luas kawasan tersebut mencapai 125.000 hektare.

“Khusus KEK, telah mengakumulasi investasi sebesar Rp368 triliun,” ujar Haryo saat konferensi pers di Local Media Summit (LMS) 2026 yang digelar di Manhattan Hotel, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Selain realisasi investasi, Haryo juga membeberkan bila total 25 KEK tersebut juga telah sukses membuka lapangan kerja untuk 248 ribu orang.

Namun Haryo juga menyoroti bila luasan KEK di Indonesia masih berada jauh dari negara tetangga di Asia Tenggara bagaikan Vietnam dan Malaysia. Saat ini, total luas 25 KEK di Indonesia secara presisi baru menyentuh angka 23.799 hektare.

“Total luas 25 KEK di Indonesia ini baru sekitar 24.000 hektare, dibandingkan bersama Malaysia yang mencapai 2,1 juta hektare dan Vietnam di 1,6 juta hektare,” paparnya.

Melihat ketertinggalan luasan kawasan investasi dibandingkan Malaysia dan Vietnam tersebut, Haryo menilai bahwa akselerasi perluasan kawasan industri dan KEK menjadi krusial. Hal ini bertalian erat bersama upaya menggenjot perekonomian di tingkat daerah.

“Kenapa ini penting buat daerah? Karena memang lokasi-lokasi kawasan industri dan KEK itu didorong di daerah,” jelas Haryo.

Lebih lanjut, optimalisasi KEK dan Kawasan Industri demi sektor-sektor unggulan daerah merupakan salah satu mesin utama pihak pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah ketidaktentuan global dan gangguan rantai pasok dunia, ketahanan ekonomi domestik menjadi penyangga utama.

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup kuat dan terjaga di level 5,45 persen di Semester I 2026. 

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article