MediaKeadilan.com – Trio komika Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir kembali meramaikan industri perfilman Indonesia melalui film GJLS: Berapi-Api yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 5 November 2026.
Film ini menjadi karya layar lebar kedua GJLS setelah debut mereka melalui GJLS: Ibuku Ibu-Ibu pada 2025.
Dalam film terbarunya, ketiga komika tersebut memerankan karakter yang berkaitan bersama profesi petugas pemadam kebakaran.
Namun, alih-alih menjalankan tugas penyelamatan dalam situasi kebakaran besar, mereka justru menyikapi berbagai persoalan pelayanan masyarakat sekitar yang tidak biasa.
Cerita film ini menampilkan ketiganya sebagai petugas yang dinilai tidak berhasil di akademi.
Mereka lalu wajib menangani beragam tugas, mengawali dari menolong orang yang kepalanya tersangkut pagar hingga mengurus persoalan sehari-hari masyarakat sekitar.
Film GJLS: Berapi-Api tidak cuma mengandalkan komedi, namun juga menghadirkan unsur aksi dan pengungkapan konspirasi kejahatan.
Sejumlah nama turut terlibat dalam produksi film tersebut, di antaranya Carissa Perusset, Aurra Kharisma, dan Inayma.
Film ini juga menghadirkan musik orisinal dari grup musik rock Barasuara.
Semasih belumnya, GJLS memengawali debut layar lebar melalui film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu yang dirilis pada Juni 2025.
Film tersebut mengangkat persoalan perebutan rumah kos dan warisan keluarga, bersama melibatkan sejumlah aktor, termasuk Bucek Depp dan Luna Maya.
Kisah dalam film debut itu turut menyinggung persoalan sosial yang dekat bersama kehidupan masyarakat sekitar, bagaikan tekanan finansial, pinjaman online, dan tuntutan demi menikah muda.
Cerita tersebut menggabungkan komedi bersama konflik keluarga dan persoalan kehidupan sehari-hari.
GJLS sendiri awalnya dikenal melalui konten audio visual dan podcast yang menampilkan percakapan spontan antara ketiga anggotanya.
Nama GJLS merupakan singkatan dari Gak Jelas. Rigen, Rispo, dan Hifdzi juga dikenal sebagai komika yang tumbuh melalui panggung stand-up comedy di Indonesia.
Karakter ketiganya yang berbeda menjadi untukan dari dinamika komedi mereka.
Rigen dikenal bersama pembawaan ekspresif dan emosional, Rispo bersama celetukan yang mengandalkan logika terbalik, sementara itu Hifdzi kerap menghadirkan humor melalui ekspresi dan unsur musikal.
Melalui film kedua ini, GJLS mengangkut gaya komedi yang semasih belumnya dikenal melalui konten digital ke dalam cerita layar lebar bersama cakupan genre yang makin luas.
