Sering Tertukar? Ini Perbedaan Juring dan Tembereng pada Lingkaran Beserta Rumusnya

admin
By admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Saat memperhatikan bentuk piring makan, koin logam, atau jam dinding di rumah, kita sedang menyaksikan contoh nyata dari bangun datar dua dimensi bernama lingkaran.

Dalam pelajaran matematika di sekolah dasar maupun menengah, geometri lingkaran merupakan salah satu materi penting yang senantiasa muncul dalam ujian.

Namun, dari sekian sejumlah unsur pembentuknya, dua untukan luasan yang teramat kerap menciptakan siswa bingung merupakan juring dan tembereng.

Sekilas keduanya tampak mirip lantaran sama-sama merupakan daerah permukaan di dalam lingkaran, namun struktur garis pembatas serta cara menghitung nilainya memiliki perbedaan yang cukup mendasar.

Semasih belum membedakan kedua wilayah tersebut, penting demi mengenali unsur-unsur dasar pembentuk lingkaran agar istilah matematika yang digunakan terasa makin akrab.

Secara teoretis, lingkaran merupakan kurva melengkung tertutup yang seluruh titiknya berjarak sama dari satu titik pusat. Garis lurus yang terbentang dari titik pusat menuju garis tepi lingkaran disebut jari-jari atau radius.

Sementara itu, diameter atau garis tengah merupakan garis lurus yang membelah lingkaran menjadi dua sisi seimbang melalui titik pusat.

Selain jari-jari dan diameter, ada busur yang merupakan garis lengkung di tepi lingkaran, serta tali busur yakni garis lurus di dalam lingkaran yang menghubungkan dua titik pada keliling tanpa melewati titik pusat.

Memahami Bentuk dan Elemen Pembatas Juring vs Tembereng

Letak perbedaan utama antara juring dan tembereng dapat kita kenali secara langsung melalui jenis garis yang mengapit atau membatasi wilayahnya.

Juring lingkaran didefinisikan sebagai daerah di dalam lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan satu buah busur yang diapit oleh kedua jari-jari tersebut.

Titik sudut dari juring senantiasa terletak pada titik pusat lingkaran. Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk juring amat akrab bersama kita lantaran menyerupai sepotong piza atau kue ulang tahun yang dipotong lurus dari untukan tengah menuju ke tepi luar.

Berdasarkan luas wilayahnya, juring diuntuk menjadi dua kategori. Daerah juring yang diapit oleh busur kecil dinamakan juring kecil, sementara itu daerah yang diapit oleh busur besar dinamakan juring besar.

Bahkan, seluruh isi cakram lingkaran secara teknis dianggap sebagai juring terbesar.

Sebaliknya, tembereng lingkaran merupakan daerah di dalam lingkaran yang berada dan dibatasi di antara sebuah busur dan tali busur.

Berbeda bersama juring, wilayah tembereng tidak menyentuh titik pusat lingkaran sama sekali lantaran batas bawahnya dipotong lurus oleh tali busur.

Gambaran visual teramat sederhana dari tembereng dapat dilihat pada bentuk ruang kecil di antara lengkungan busur panah bersama tali penariknya.

Seperti halnya juring, tembereng juga dikelompokkan menjadi tembereng kecil apabila dibatasi busur kecil dan tembereng besar apabila dibatasi oleh busur besar.

Perbedaan Rumus Luas Juring dan Luas Tembereng

Karena garis pembatasnya berbeda, metode dan rumus matematika demi menghitung luas juring dan tembereng pun tidak sama. Hasil perhitungan keduanya disaapabilan dalam satuan luas bagaikan sentimeter persegi.

Perhitungan luas juring dilakukan bersama memanfaatkan konsep perbandingan antara besar sudut pusat juring bersama sudut total satu lingkaran utuh sebesar 360 derajat.

Rumusnya diperoleh bersama mengalikan proporsi sudut pusat tersebut bersama luas lingkaran secara keseluruhan. Secara matematis, rumus luas juring dituliskan sebagai:

Luas Juring = (Sudut Pusat : 360 derajat) x pi x r kuadrat.

Di sisi lain, perhitungan luas tembereng membutuhkan proses yang sedikit makin panjang. Karena tembereng merupakan untukan juring yang terpotong oleh tali busur, maka demi mengetahui luas daerahnya kita wajib mengurangkan luas juring bersama luas segitiga yang terbentuk di dalam juring tersebut.

Persamaan matematisnya dituliskan sebagai:

Luas Tembereng = Luas Juring – Luas Segitiga.

Dengan mencermati garis pembatas serta langkah perhitungannya, kita kini tidak perlu ragu lagi dalam mengidentifikasi maupun menghitung luas juring dan tembereng pada lingkaran.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article