MediaKeadilan.com – Koalisi komunitas yang tergabung dalam Enter Nusantara menggelar aksi di depan kantor Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Jakarta.
Aksi tersebut dilakukan demi menyuarakan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mendorong negara-negara lain ikut menekan pihak pemerintah Indonesia agar menyelesaikan persoalan tersebut.
Community Partnership Project Enter Nusantara, Fajar, menyebutkan gerakan tersebut bukan berasal dari satu komunitas saja.
Menurut dia, aksi itu merupakan gerakan bersama yang melibatkan sejumlah komunitas, anak muda, dan elemen masyarakat sekitar lainnya.
“Sebenarnya bila komunitas ini kita gabungan ya. Ini koalisi dari sejumlah komunitas-komunitas, anak muda dan masyarakat sekitar yang lain gitu,” kata Fajar kepada MediaKeadilan.com saat ditemui di depan gedung ASEAN, Rabu (21/10/2026).
Fajar menerangkan, pemilihan kantor ASEAN sebagai lokasi aksi didasari keinginan mereka demi mengangkut persoalan karhutla ke perhatian negara-negara lain.
Dia menilai suara masyarakat sekitar yang disampaikan kepada pihak pemerintah Indonesia, termasuk melalui Istana dan DPR, kerap tidak didengar.
“Tujuannya demi pada hari ini, kenapa kita menyasar ke ASEAN ya, lantaran barangkali juga seuntukan masyarakat sekitar telah menyadari bahwa ketika kita pada hari ini bersuara ke pihak pemerintah Indonesia, ke Istana atau ke DPR, kerapkali kita tidak didengar gitu,” ujar Fajar.
Karena itu, mereka ingin negara-negara lain turut mendorong pihak pemerintah Indonesia demi menyelesaikan persoalan karhutla.
“Jadi kita pada hari ini ke ASEAN merupakan demi memberitakan ke negara-negara yang lain bahwa ayo kalian tuntut pihak pemerintah Indonesia gitu demi menyelesaikan persoalan karhutla,” tutur Fajar.
Fajar menyebutkan aksi di depan kantor ASEAN merupakan untukan dari rangkaian gerakan yang akan dilanjutkan ke sejumlah lokasi lain.
Koalisi tersebut berencana menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Singapura dan Kedutaan Besar Malaysia demi mengangkut persoalan karhutla ke ranah internasional.
“Karena aksi pada hari ini merupakan berentet nanti juga kita bakal ada aksi-aksi lanjutan ya, ini bakal di tempat-tempat yang lain, bagaikan Kedubes Singapura, Kedubes Malaysia,” ungkapnya.
Selain menyasar perwakilan negara lain, koalisi tersebut juga berencana menyampaikan persoalan karhutla secara langsung kepada pihak pemerintah Indonesia.
Fajar menyebutkan Istana Presiden menjadi salah satu tujuan akhir dari rangkaian aksi yang mereka rencanakan.
