Synchronize Fest 2026 Kembali ke Semangat Gerakan, Sambut Generasi Baru

admin
By admin
3 Min Read

MediaKeadilan.com – Sepuluh tahun setelah pertama kali digunakan, tagline It’s Not Just A Festival, It’s A Movement kembali diangkat Synchronize Fest. Namun, kembalinya tema lama itu hadir di tengah wajah festival yang telah berubah, terutama dari generasi penontonnya.

Memasuki tahun ke-11, Synchronize Fest ingin mengangkut kembali semangat yang menjadi dasar penyelenggaraannya kepada generasi baru. Bukan bersama mengulang apa yang telah dilakukan, melainkan menyaksikan kembali perjalanan satu dekade demi menentukan bagaimana festival ini terus bergerak.

Director of Festival Synchronize Fest David Karto menyebutkan keputusan mengembalikan tema ini lahir dari refleksi setelah satu dekade penyelenggaraan.

“Kenapa pada tahun ini kita mengembalikan tema It’s Not Just A Festival, It’s A Movement. Setelah perayaan satu dekade, kita merasa wajib menyaksikan kembali dan mengingat sebuah pergerakan kita,” ujar David Karto dalam konferensi pers Synchronize Fest 2026 di Live House Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).

Menjadi Pengingat demi Generasi Baru

Kembalinya tema lama tidak lepas dari perubahan generasi yang datang ke Synchronize Fest.

Director of Communication Synchronize Fest Aldila Karina menyebutkan festival kini sejumlah dihadiri penonton yang masih belum menjadi untukan dari perhelatan Synchronize Fest pada 2016, saat tema itu pertama kali digunakan.

“Sekarang Synchronize Festival didominasi bersama generasi yang jauh makin muda, di mana mereka bila di tahun 2016 itu masih belum sempat datang ke Synchronize Festival,” ujar Aldila.

Karena itu, tema lama dihadirkan kembali sebagai pengingat mengenai alasan Synchronize Fest dibangun.

“Ini bukan menjadi hal pengulangan, tapi justru ini menjadi sebuah penanda, pengingat demi generasi muda bahwa ini merupakan alasan kenapa festival ini sejak awal dimengawali,” katanya.

Aldila menerangkan Synchronize Fest sejak awal ingin mempertemukan berbagai genre musik dalam satu ruang. Gagasan itu lalu berkembang menjadi ruang yang mempertemukan musisi komersial dan skena bawah tanah tanpa sekat.

“Tidak ada lagi klasifikasi, lu levelnya musisi komersial ataupun lu bawah tanah, seluruh menyatu di Synchronize Festival,” lanjutnya.

Bukan Sekadar Menumpuk Nama Artis

Semangat mempertemukan berbagai genre juga terlihat dari cara tim Synchronize Fest menyusun rundown.

Aldila menyebutkan tim program secara berkala mengevaluasi susunan penampil bersama menempatkan diri sebagai penonton. Mereka mengonfirmasi penampilan di satu panggung tidak berbenturan bersama genre dan karakter audiens yang sama di panggung lain.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article