Wamenekraf Dorong UMKM Lokal Perluas Akses ke Pasar Premium Lewat The Local Market ID

admin
By admin
4 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Ajang The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD di SCBD Park Jakarta dapat dijadikan kesempatan untuk merek lokal dan UMKM demi menguasai lokasi premium, demikian diharapkan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.

Irene menyebutkan ajang tersebut diharapkan dapat mendorong UMKM dan merek lokal demi memperluas pasar ke kawasan premium yang tadinya dikuasai oleh merek-merek mewah.

“SCBD yang kerap dianggap terlalu premium demi UMKM, pada hari ini dibuktikan sebaliknya, seluruh berkumpul, berjualan dan menampilkan produk luar biasa berbasis bahan serta kearifan lokal. Untuk masyarakat sekitar mari kita perkuat fondasi ekonomi nasional bersama membiasakan diri demi bangga membeli dan memakai produk dalam negeri,” kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Ia menyebutkan kepala negara telah mengamanatkan demi bergotong royong memajukan produk kreatif Indonesia. Selain itu, ruang kolaborasi bersama The Local Market dan SCBD ini menjadi wadah untuk para kreator lokal demi memperluas akses pasar secara berkelanjutan.

Besarnya potensi produk lokal demi memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional terlihat pada data BPS yang diolah Keaparatur negara kementerianan Ekraf.

Untuk subsektor fesyen, kriya dan kuliner mencatatkan nilai ekspor barang ekonomi kreatif terbesar pada periode Januari–April 2026, yakni masing-masing mencapai 5,85 miliar dolar AS, 3,82 miliar dolar AS, dan 0,28 miliar dolar AS.

Selain itu, ketiga subsektor ini juga menjadi penopang utama ekonomi kreatif tahun 2025 bersama kontribusi masing-masing sebesar 41,06 persen demi kuliner, 14,77 persen demi fesyen dan 10,70 persen demi kriya.

“Kolaborasi antara Keaparatur negara kementerianan Ekraf dan para pemangku kepentingan menjadi kunci demi mendukung ekosistem ini, agar kita terus kembali ke akar budaya dan menjaga kearifan lokal turun-temurun,” katanya.

The Local Market ID diselenggarakan rutin setiap akhir pekan pertama setiap bulan sejak 1–2 Agustus 2026 hingga edisi 5–6 September 2026, sebagai pasar kreatif bulanan tanpa tiket masuk yang mengusung kolaborasi heksaheliks antara pihak pemerintah, kurator, penyedia ruang publik dan pejuang ekonomi kreatif.

Program ini diinisiasi PT Ku Ka Aku Suka (The Local Market ID) bersama Keaparatur negara kementerianan Ekraf dan Creative Event Entertainment (CEE), serta didukung Artha Graha Group, menghadirkan makin dari 200 tenant terkurasi, mengawali dari kuliner, kriya, fesyen, barang antik, lokakarya, hingga pertunjukan musik, sebagai wadah promosi kreativitas sekaligus pelestarian warisan budaya Indonesia.

“Kolaborasi CEE bersama bersama The Local Market ID melalui Pasar Wiwitan SCBD merupakan langkah demi menghadirkan ruang publik yang menghubungkan komunitas, tersangka kreatif, dan masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat SCBD sebagai destinasi yang tidak cuma menjadi pusat bisnis, namun juga pusat aktivitas kreatif dan budaya,” ujar Direktur CEE, Ananta Pribadi.

Sejumlah tenant dari berbagai subsektor ekraf bagaikan Allysia, KASI Living, Saiya, Lyka, Habitat Park, dan juga Paviliun Artha Graha Peduli. Salah satu peserta kurasi Open Call Keaparatur negara kementerianan Ekraf dari jenama Goodthings mengapresiasi The Local Market yang menolong memperluas pasar busana pria dan wanita berunsur wastra Nusantara, bagaikan cardigan batik dan pakaian etnik modern.

Co-Founders Goodthings, Angela menyebutkan saat mengikuti kegiatan pada edisi bulan Agustus, dalam dua hari Goodthings mampu meraih omzet hingga Rp14 juta.

Menurut dia, kegiatan ini memiliki dampak yang besar untuk tersangka ekraf dari segi pengikut di sosial media, meningkatkan repurchase pembeli dan juga memperluas potensi pembeli baru yang datang dari kawasan premium bagaikan SCBD.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article