Presiden Korsel Minta Prabowo ke Korut untuk Buka Dialog

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap permintaan Presiden Republik Korea atau Korea Selatan Lee Jae Myung agar dirinya berkunjung ke Korea Utara demi membuka dialog.

Permintaan tersebut disampaikan Lee Jae Myung saat menyambut baik kunjungan Prabowo di Istana Kekepala negaraan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), pada 1 April 2026.

Prabowo kembali menceritakan permintaan tersebut saat bertemu bersama para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jumat (31/7/2026).

“Bahkan kunjungan saya terakhir di Korea, di Korea Selatan di Seoul, Presiden Korea Selatan, President Republic of Korea, ya kan, minta kepada saya dapat enggak saya berkunjung ke Korea Utara demi membuka semacam dialog,” kata Prabowo.

Prabowo menyebutkan dirinya menyambut baik permintaan tersebut. Ia bahkan menegaskan kesiapannya demi berkunjung ke Korea Utara apabila diminta demi menolong membuka ruang dialog.

“Oh saya bilang, oh saya bersama hormat, bersama rela bila Yang Mulia minta saya demi ke Korea Utara saya akan berangkat,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, permintaan tersebut tidak terlepas dari posisi Indonesia di tengah hubungan yang masih tegang antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Ia menyebutkan Indonesia selama ini dipandang sebagai negara yang tidak memiliki kepentingan tertentu dalam konflik antarnegara dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Posisi tersebut, kata Prabowo, sejalan bersama politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan prinsip non-blok yang diwariskan para pendiri bangsa.

“Jadi itu yang kita warisi non-alignment berakibat saya ke mana-mana saya tegaskan Indonesia, we are neutral,” kata Prabowo.

Sejak awal pihak pemerintahannya, Prabowo juga menegaskan keinginan Indonesia demi menjadi the good neighbor atau tetangga yang baik untuk negara-negara lain.

Menurutnya, Indonesia berupaya memperbaiki hubungan bersama berbagai negara, termasuk melalui pendekatan dan rekonsiliasi.

Prabowo juga menegaskan posisi Indonesia tidak berpihak pada aliansi tertentu. Menurutnya, Indonesia dapat menjalin hubungan baik bersama berbagai negara sekaligus.

“Kita hormati seluruh kekuatan. Kita baik sama Amerika Serikat, tapi kita baik juga sama Tiongkok. Kita juga baik sama Rusia. Kita baik sama Jepang. Kita baik sama India,” ujar Prabowo.

Ia juga menyebut hubungan baik bersama Australia dan negara-negara tetangga lainnya sebagai untukan dari prinsip tersebut.

“Kita baik sama Australia. Kita ada masalah terkadang, ada yang mau separatis, tapi kita baik sama tetangga kita, sama PNG kita baik saudara-saudara. Ini yang juga menciptakan kita dapat diterima di mana-mana,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article