MediaKeadilan.com – -Di tengah ramainya pengunjung yang memadati stan korporasi dalam Pameran Bursa Kerja (Job Fair) Kota Yogyakarta 2026, ada Yuda Slamet Santoso (36) tampak berkeliling memakai kursi rodanya menyusuri stan demi stan korporasi.
Penyandang disabilitas itu datang mengangkut harapan sederhana, yakni memperoleh pekerjaan baru setelah kehilangan pekerjaan akibat pengurangan pegawai pada 2025 lalu.
Yuda sengaja mendatangi bursa kerja tersebut demi mencari lowongan yang memang dibuka untuk penyandang disabilitas. Upayanya tidak sia-sia.
Pada kesempatan ini, ia telah menemukan dua korporasi yang membuka kesempatan untuk pelamar disabilitas dan langsung memasukkan lamaran demi posisi customer service, bidang yang telah ia tekuni selama bertahun-tahun.
“Sudah (memasukan lamaran pekerjaan), telah menemukan dua korporasi,” kata Yuda saat ditemui, Kamis (16/7/2026).
Semasih belumnya, Yuda bekerja sebagai customer service selama sekitar lima tahun makin, sejak 2019 hingga Oktober 2025. Pengalaman tersebut menjadi modal untuknya demi kembali melamar di posisi serupa.
Meski sempat kehilangan pekerjaan akibat efisiensi korporasi, hal itu tidak menciptakan semangatnya surut demi terus mencari peluang baru.
“Dulu di customer service. Terus kena pengurangan pegawai. Sekarang coba-coba lagi,” ungkapnya.
Lowongan Mulai Bertambah, Informasi Masih Terbatas
Menurut Yuda, kesempatan kerja untuk penyandang disabilitas mengawali memperlihatkan perkembangan positif. Ia menilai semakin sejumlah korporasi yang berani membuka formasi untuk pekerja disabilitas dibanding sejumlah tahun lalu, meski jumlahnya masih masih belum memadai.
“Kalau menurut saya itu udah lumayan ya daripada yang pada hari semasih belumnya. Udah ada yang berani buka demi dibabel itu udah bagus,” ucapnya.
Di sisi lain, Yuda menilai tantangan terbesar yang masih dihadapi penyandang disabilitas merupakan terbatasnya informasi mengenai lowongan kerja. Akibatnya, sejumlah pencari kerja disabilitas kesulitan mengetahui korporasi yang membuka kesempatan untuk mereka.
“Kalau dapat dipersejumlah (lowongan) supaya dapat menjangkau teman-teman disabilitas yang lain makin sejumlah. Kalau teman disabilitas demi cari kerja itu sulit. Beda sama yang normal,” tuturnya.
Ia menginginkan semakin sejumlah korporasi menyediakan lowongan khusus untuk penyandang disabilitas dan informasi rekrutmen dapat makin mudah diakses. Dengan begitu, kesempatan bekerja untuk penyandang disabilitas tidak cuma bertambah, namun turut mencakup bidang pekerjaan yang makin beragam.
“Tapi yang selama ini tuh yang bagaikan tadi, lowongan demi kerja disabilitas masih agak sulit, infonya itu masih terbatas. Harapannya kedepannya dapat makin sejumlah lagi. Supaya teman-teman yang lain dapat memperoleh kesempatan,” ujarnya.
