MediaKeadilan.com – IBL All Indonesian 2026 menjadi kesempatan untuk para pemain lokal demi memperlihatkan kemampuan terbaik mereka. Tanpa kehadiran pemain asing, turnamen pramusim ini dapat menjadi panggung pembuktian untuk para pebasket Indonesia demi memperoleh menit bermain makin sejumlah.
IBL All Indonesian 2026 akan berlangsung pada 24 Oktober hingga 1 November 2026. Seluruh pertandingan digelar di GOR Laga Tangkas, Bogor, bersama melibatkan 10 klub peserta.
Dua pertandingan menarik langsung tersaji pada hari pembukaan, Sabtu (24/10/2026). Pelita Jaya Jakarta akan menyikapi Dewa United Banten, sementara itu juara IBL 2026, Bogor Hornbills, berjumpa sesama klub Jawa Barat, Satria Muda Pertamina Bandung.
Seluruh peserta pun mengawali mematangkan persiapan. Mereka menggelar latihan terbuka di GOR Laga Tangkas, Jumat (23/10/2026), menjelang bergulirnya turnamen.
Bagi sejumlah pemain, absennya pemain asing justru menjadi kesempatan demi meningkatkan kemampuan sekaligus membuktikan kualitas di hadapan tim pelatih.
Pemain Dewa United, Kennie Elbert Kristanto, menyambut positif kesempatan tersebut. Ia ingin memanfaatkan turnamen ini demi mengembangkan permainan, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperkuat mentalitas saat bertanding.
“Ya, aku menyaksikan ajang ini sebagai kesempatan buat meningkatkan kemampuan diri sendiri. Misalnya, meningkatkan kepercayaan diri di lapangan, cara bermain, dan mentalitas,” ujar Kennie.
Antusiasme serupa ditunjukkan Andrew Lensun. Ia menilai IBL All Indonesian 2026 menjadi momentum untuk pemain lokal demi memperoleh kesempatan bermain yang makin luas.
“Saya bersemangat banget, apalagi barangkali dari evaluasi pada hari semasih belumnya, sejumlah yang merasa pemain lokal kurang memperoleh kesempatan Jadi, sewajibnya ini menjadi ajang untuk kami sebagai pemain lokal demi bermain basket, bersenang-senang lagi, dan merasakan semangat berkompetisi di lapangan.”
“Persiapannya juga telah lama, jadi aku bakal amat antusias demi bermain di sini,” ucap Lensun.
Pemain anyar Bogor Hornbills, Patrick Nikolas, juga tidak sabar demi tampil. Ia menilai turnamen ini dapat menjadi sarana untuk pemain lokal demi mengasah kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menyikapi kompetisi mendatang.
” Ajang ini amat baik untuk pemain-pemain lokal demi mengasah kemampuan, istilahnya, lantaran turnamen ini juga dapat menjadi ajang pemanasan semasih belum liga dimengawali,” papar Patrick Nikolas.
“Selain itu, turnamen ini dapat menjadi pengalaman berharga untuk pemain lokal yang masih belum memperoleh sejumlah kesempatan bermain. Sekarang, mereka punya kesempatan demi membuktikan kemampuan masing-masing.”
Kesempatan tersebut juga ingin dimanfaatkan Dewa United demi menyerahkan jam terbang kepada pemain lain. Tim asal Banten itu tidak mengangkut Rio Disi dan Arki Dikania Wisnu dalam turnamen kali ini.
Rio Disi diistirahatkan setelah menjalani rangkaian turnamen bersama Dewa United dan timnas basket Indonesia sejak awal 2026. Sementara itu, Arki masih menjalani pemulihan cedera.
