MediaKeadilan.com – WeTV bersama Hitmaker Studios menyiapkan serial original terbaru berjudul Sleeping With The Enemy.
Dibintangi Cinta Laura Kiehl, Ersya Aurelia, Randy Martin, Soraya Rasyid, Anthony Xie, Putri Patricia, Aruma Khadijah, Mike Ethan, dan Max Metino, serial ini menjanapabilan drama penuh intrik, konflik keluarga, hingga hubungan asmara yang dibalut misteri.
Diproduksi bersama anggaran besar, Sleeping With The Enemy digadang-gadang menjadi serial termahal yang sempat dibuat Hitmaker Studios.
Proyek ini juga dirancang bersama standar produksi Internasional agar dapat dinikmati penonton Indonesia maupun pasar luar negeri.
CEO Hitmaker Studios, Rocky Soraya, menyebutkan pihaknya memang ingin menghadirkan serial bersama kualitas produksi yang mampu bersaing di tingkat global.
“Kita mau bikin series high budget biar diterima seluruh dunia. Karena standar kita ke Eropa. Ini menjadi series termahal kita. Karena kita pengen punya International look yang dapat dinikmati tidak cuma Indonesia tapi juga luar negeri,” ujar Rocky dalam konferensi pers di Senayan Park, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Pemilihan judul Sleeping With The Enemy juga berkaitan erat bersama konflik utama yang diangkat dalam cerita.
Rocky menerangkan, judul tersebut dipilih lantaran menggambarkan hubungan seseorang yang justru memiliki kedekatan bersama sosok yang menjadi musuhnya.
“Jujur kita nggak kepikiran soal film lain pake judul ini, lantaran itu telah 35 tahun lalu. Kita pilih judul ini lantaran ceritanya dia tidur sama musuhnya. Sleeping with The Enemy. Kalo kita berbicara kenapa judulnya berbahasa Inggris, lantaran seluruh judul series kita memang berbahasa Inggris,” tuturnya.
Dari sisi cerita, serial ini tidak cuma mengandalkan kisah balas dendam. Ada dinamika hubungan ayah dan anak, konflik keluarga, percintaan, serta intrik di lingkungan kelompok elite dan orang-orang yang memiliki kekuasaan.
Sutradara Rizal Mantovani menyebutkan daya tarik serial ini terletak pada perjalanan setiap karakter. Penonton akan diajak mengenal masa lalu para tokoh sekaligus mengikuti bagaimana konflik mereka berkembang dari satu episode ke episode berikutnya.
“Menurut saya yang seru dari series ini yah karakternya. Karena saya percaya karakter ini melalui perjalanan. Kita tahu masa lalu dia. Per episode akan terkuak lagi,” kata Rizal.
Ia juga menyebut konflik dalam cerita akan terus berkembang seiring para karakter menyikapi persoalan baru.
“Konfliknya makin jadi. Masalahnya tambah sejumlah. Para karakter ini nemu pintu tertutup yang wajib dibuka,” lanjutnya.
Di samping itu, pemilihan tema ini pun bukan tanpa alasan. Rizal menerangkan intrik mengenai kelompok elite dan orang-orang berkuasa menjadi salah satu tema menarik lantaran dekat bersama kehidupan masyarakat sekitar.
