Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Sorotan tajam dan gelombang kritik pedas tengah mengarah deras kepada figur publik sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.

Pria berjuluk Sultan Andara tersebut mendadak menjadi sasaran amarah masyarakat sekitarnet menyusul terbongkarnya skandal keikutsertaan massa bayaran berkedok kalangan akademisi dalam perhelatan akbar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Polemik ini bermula dari acara bertajuk Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang dihelat pada Kamis (29/10/2026) pagi.

Acara yang diinisiasi oleh Polda Metro Jaya tersebut turut menghadirkan sejumlah pesohor dan kreator konten, di antaranya Raffi Ahmad, Willie Salim, Chika Jessica, Okan Kornelius, Intan RJ, hingga Gunawan.

Di hadapan kamera, Raffi menggemakan pesan persatuan dan secara lantang menyerukan ajakan kepada pemuda demi melawan penyebaran berita bohong (hoax) serta provokasi.

Ironisnya, acara yang dikemas bernuansa patriotik dan perlawanan terhadap hoaks tersebut justru berbalik menjadi bumerang.

Terbongkarnya Kedok ‘Mahasiswa Settingan’

Keraguan publik bermula ketika beredar sejumlah video interaksi di lapangan. Sekelompok peserta berjas almamater tampak gelagapan dan kebingungan saat ditanya perihal identitas kampus hingga asal jurusan mereka.

Kecurigaan itu akhirnya terkonfirmasi secara terbuka. Sosok pria yang semasih belumnya terekam mengaku bernama Dino dan mengaku berasal dari “kampus PSI” bersama atribut Universitas Dian Nusantara (Undira) akhirnya muncul ke publik.

Lewat video klarifikasi resmi yang difasilitasi oleh BEM Undira, pria bernama asli Bayu Setiadi tersebut mengakui bahwa dirinya bukan kalangan akademisi, melainkan orang bayaran yang diundang melalui sebuah komunitas.

Jas almamater yang ia kenakan pun diakui didapatkan langsung dari pihak penyelenggara di lokasi.

Polemik kian meruncing setelah pihak Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Wakil Rektor II Adi Supriyatna turut angkat bicara.

Adi menegaskan bahwa kampusnya tidak sempat menyambut baik undangan maupun mengirim delegasi kalangan akademisi ke acara tersebut, menepis keterlibatan seorang peserta wanita yang terlihat mengenakan almamater lawas UBSI di samping jajaran artis.

Standar Ganda dan Tudingan Acara Tandingan

Kegeraman publik kian membuncah lantaran deklarasi tersebut dinilai kontras bersama peristiwa sehari semasih belumnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article