AI Bikin Serangan Siber Makin Otomatis, Investasi Keamanan Siber di Indonesia Diprediksi Melonjak

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Kecerdasan buatan (AI) tidak cuma mempercepat inovasi teknologi, namun juga membuka peluang untuk tersangka kejahatan siber demi melancarkan serangan secara makin otomatis. Kondisi ini mendorong kebutuhan investasi keamanan siber di Indonesia diproyeksikan meningkat signifikan.

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher menyebutkan, pertumbuhan kebutuhan keamanan siber tidak terlepas dari meningkatnya risiko serangan yang memanfaatkan AI.

“Teknologi yang sama-sama digunakan demi memperkuat pertahanan kini juga dapat dimanfaatkan tersangka kejahatan demi mengotomatisasi serangan,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, masih belum lama ini.

AI mebarangkalikan penyerang mempercepat pemindaian kelemahan sistem dan menjalankan berbagai aktivitas berbahaya dalam skala yang makin besar.

“Akibatnya, metode keamanan konvensional dinilai semakin sulit menyikapi pola serangan yang terus berkembang,” tambah dia.

Menurut Patrick, perubahan tersebut menciptakan korporasi dan industri perlu menyesuaikan strategi pertahanan mereka. Ketika serangan berlangsung secara otomatis, sistem keamanan juga wajib mampu merespons bersama kecepatan serupa.

Pertahanan Siber Tak Bisa Lagi Mengandalkan Cara Lama

Patrick menilai, meningkatnya risiko serangan berbasis AI akan mendorong adopsi teknologi pertahanan baru. Otomatisasi menjadi salah satu kebutuhan penting agar korporasi dapat menyikapi ancaman yang bergerak makin cepat.

“Pendekatan tradisional yang mengandalkan proses manual dinilai tidak lagi memadai demi menyikapi serangan yang dapat dijalankan secara otomatis dan berulang,” ungkapnya.

Karena itu, dia mengimbuhkan, teknologi AI dan keamanan siber diperkirakan semakin dibutuhkan demi menolong korporasi mendeteksi kelemahan, merespons ancaman, serta memperkuat perlindungan sistem digital.

Perubahan ini turut memengaruhi arah investasi industri. Perusahaan tidak cuma perlu meningkatkan kemampuan mendeteksi serangan, namun juga menyiapkan sistem pertahanan yang dapat bekerja makin cepat dan efektif.

Risiko Serangan Jadi Pendorong Investasi

Patrick menerangkan, pertumbuhan permintaan terhadap layanan keamanan siber menjadi salah satu indikator meningkatnya kebutuhan investasi di sektor tersebut.

Menurutnya, komitmen investasi dapat terlihat dari masuknya pendanaan ke korporasi, modal ventura, dan berbagai proyek yang berkaitan bersama keamanan siber.

Ia memperkirakan investasi di bidang ini akan meningkat secara signifikan lantaran risiko serangan terus bertambah, sementara teknologi pertahanan wajib berkembang demi mengimbanginya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article