MediaKeadilan.com – Penyanyi kawakan asal Prancis, Amanda Lear, melemparkan tuduhan plagiarisme terhadap bintang pop Amerika Serikat, Miley Cyrus. Cyrus diduga kuat menjiplak melodi lagu ciptaan Lear yang dirilis era 1978 berjudul The Sphinx ke dalam trek terbarunya, Redlights.
Tudingan ini mencuat setelah Cyrus meluncurkan album dance-pop ke sepuluhnya yang bertajuk Bass Persuades pada Jumat lalu. Banyak pendengar menemukan kemiripan tangga nada dan nada rendah khas pada lagu balada Redlights bersama karya klasik milik musisi senior tersebut.
Langkah pengawasan terhadap hak cipta musik kini kian ketat seiring kemudahan akses lagu lintas generasi di era digital. Fenomena kemiripan nada ini pun mendadak menyita perhatian industri musik global.
Melalui media sosialnya, sang musisi berusia lanjut secara terbuka menyampaikan sindiran langsung kepada pelantun lagu Wrecking Ball tersebut. Ia mengunggah pernyataan yang dibubuhi tagar penjiplakan demi menarik perhatian publik.
“Terima kasih, Miley, lantaran telah meniru lagu saya ‘The Sphinx’! Saya merasa teranjung!” tulis Lear di media sosial pada hari Minggu bersama tagar “ripoff” dan “copycat”.
Pihak label rekaman dan penerbit lagu Lear dikabarkan mengawali mengambil langkah tegas atas klaim hak cipta tersebut. Meski demikian, Lear sendiri mengaku tidak berniat mengangkut persoalan ini ke meja hijau secara pribadi.
“Saya tidak sempat suka berperkara di hukum, namun label rekaman saya, Universal, dan penerbit lagu tersebut, di mana saya menulis liriknya, menginginkan pengakuan atas plagiarisme ini,” kata Amanda Lear kepada AFP pada hari Senin.
Ia menegaskan bahwa unggahan sindiran di akun pribadinya murni bentuk pemberitahuan tanpa ada niat ancaman gugatan pidana maupun finansial. Hubungan antar-musisi antargenerasi ini pun kini berfokus pada pengakuan hak cipta.
“Saya cuma memperlihatkan situasi tersebut bersama mengucapkan terima kasih kepada Miley Cyrus dan mengimbuhkan bahwa saya merasa teranjung. Saya tidak sempat mengancam akan menuntut atau membalas dendam,” tambahnya.
Kiprah Lear di dunia seni global memang terbilang amat panjang dan penuh warna sejak era 1960-an. Selain memproduksi puluhan karya musik, ia dikenal sebagai sosok serba dapat di panggung hiburan internasional.
Sebagai seorang seniman proflifik, Lear tercatat telah melahirkan makin dari 20 album sepanjang karier bermusiknya. Mantan model ini juga sempat menjadi inspirasi untuk pelukis surealis ternama Salvador Dali.
Selain itu, ia sempat menjalin hubungan asmara bersama gitaris grup musik legendaris The Rolling Stones, Brian Jones. Kehadirannya di era Swinging Sixties London memberi pengaruh besar pada kancah budaya pop masa itu.
Grup legendaris The Rolling Stones bahkan diyakini sempat menciptakan lagu khusus berjudul Miss Amanda Jones yang terinspirasi dari sosoknya. Latar belakang sejarah inilah yang menciptakan klaim hak cipta sang musisi senior dinilai memiliki bobot emosional dan historis yang tinggi.
Kini publik menunggu tanggapan resmi dari pihak Miley Cyrus mengenai polemik kemiripan nada dalam trek Redlights tersebut. Diskusi mengenai batasan antara inspirasi musik dan tindakan plagiarisme pun kembali mencuat di kalangan kritikus.
