Baru Rilis, iPhone Duo Sudah Potong Harga, Ini Alasannya!

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Apple baru saja merlisi iPhone lipat pertamanya, iPhone Duo, yang justru telah ada potongan Harga. Biasanya potongan harga diberikan demi produk-produk yang telah lama atau bahkan tidak diproduksi lagi.

Dilansir dari laman Gizmochina, Senin (26/10/2026), laporan pengguna dan daftar penawaran di berbagai platform memperlihatkan bahwa iPhone Duo kini tersedia bersama harga di bawah harga resmi di wilayah tertentu, terutama berkat program subsidi dari platform e-commerce besar.

Berdasarkan informasi dari berbagai platform, harga iPhone Duo di sejumlah wilayah China telah turun di bawah harga ritel awalnya.

Pinduoduo, misalnya, memasukkan perangkat ini ke dalam program “Subsidi 10 Miliar Yuan” (yang cuma berlaku di wilayah tertentu), berakibat harganya terpangkas sekitar 200–300 yuan (sekitar Rp541.925 – Rp812.887) dari harga peluncuran.

Padahal, pada hari peluncuran, ponsel ini sempat dijual di pasar sekunder bersama harga 1.500–2.000 yuan (sekitar Rp4,06 juta – Rp5,42 juta) makin mahal daripada harga ritel resminya.

Namun, cuma dua hari berselang, sejumlah penawaran telah mematok harga di bawah harga resmi.

Meski demikian, sejumlah Apple Store di seluruh China masih masih belum memiliki stok demi pembelian langsung di toko.

Jika kamu berupaya memesan melalui situs web resmi Apple bersama layanan pengiriman, sejumlah konfigurasi bahkan memperlihatkan waktu tunggu hingga Januari tahun depan.

Model dasar bersama kapasitas penyimpanan 256GB diluncurkan bersama harga 15.999 yuan (sekitar Rp43,35 juta) di China, bersama harga yang makin tinggi demi kapasitas penyimpanan yang makin besar.

Perubahan cepat dari harga premium akibat kelangkaan menjadi potongan harga memperlihatkan adanya kesenjangan antara pasokan resmi yang terbatas bersama ketersediaan yang makin fleksibel melalui platform e-commerce dan pengecer resmi di wilayah tertentu.

Menurut para analis, permintaan jangka panjang tetap terlihat kuat. IDC semasih belumnya memperkirakan bahwa perangkat lipat pertama Apple ini dapat terjual makin dari 10 juta unit pada tahun peluncurannya dan berpotensi menguasai sekitar 40 persen pasar perangkat lipat global pada tahun 2027.

Goldman Sachs juga menyerahkan proyeksi yang optimistis, bersama perkiraan penjualan mencapai 13 juta unit pada tahun 2026 dan hingga 33 juta unit pada tahun 2027.

Walaupun pasokan melalui saluran resmi masih terbatas, munculnya harga di bawah harga resmi di wilayah-wilayah tertentu menyerahkan kemudahan makin untuk seuntukan pembeli.

Besaran potongan harga dan ketersediaan barang masih bervariasi tergantung pada lokasi dan platform, sementara situasi pasokan sendiri masih terus menyesuaikan seiring bersama upaya Apple dalam menangani tumpukan pesanan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article