MediaKeadilan.com – Sebuah karya emosional Difki Khalif berjudul Belum Selesai siap mengaduk-aduk perasaan pendengarnya.
Melalui bendera Musica Studios singel ini telah tersedia di seluruh platform sejak 26 Agustus pada hari semasih belumnya.
Di lagu ini, Difki bukan cuma sekadar bernyanyi. Ia bercerita tentang sebuah kegigihan dalam mempertahankan hubungan yang berada di ambang ketidaktentuan.
Menyerah barangkali jadi solusi pintas ketika konflik dalam hubungan melanda. Tapi dalam lagu ini, Difki berupaya memotret sudut pandang yang agak berbeda.
Belum Selesai jadi manifestasi keberanian seseorang demi tetap memperjuangkan cinta meski dihantam kekecewaan dan pahitnya digantung tanpa alasan.
Difki mengangkut pesan bahwa sebuah komitmen tak serta-merta wajib kandas saat ego dan masalah datang menerjang. Ada sebuah ruang diskusi yang ingin ia buka melalui lirik-liriknya.
Pesan yang ingin disampaikan Difki cukup mendalam, yakni masih ada keinginan demi saling memahami, mengakui kekhilafan, dan mencari jalan keluar semasih belum benar-benar memutuskan demi berpisah.
Kolaborasi Apik di Balik Layar
Kekuatan emosional Belum Selesai tak lepas dari tangan dingin para kolaborator di baliknya. Dalam proses kreatifnya, Difki Khalif menggandeng Denny Indrajaya yang berperan ganda sebagai penulis lagu sekaligus produser.
Kolaborasi mereka pun sukses, dapat didengar di durasi awal lagu yang menghadirkan aransemen emosional.
Dari sisi vokal, ada peran Kamga Mo yang bertugas sebagai vocal arranger dan backing vocal. Kamga yang dikenal bersama karakter suaranya yang khas memperkuat sisi melankolis yang ditonjolkan di lagu ini.
Mempertebal narasi perjuangan cinta yang digantung, Difki juga merilis video musik Belum Selesai di kanal resmi Musica Studios.
Video musik tersebut mengisahkan perjalanan seorang pria (diperankan oleh Difki) yang kembali dari perantauan panjang bersama tujuan cuma satu, yakni menemui wanita yang sempat menjadi pusat dunianya.
Dalam perjalanan pulang tersebut, penonton diajak menyusuri kembali tempat-tempat penuh memori yang sempat mereka kunjungi bersama.
Elemen nostalgia menjadi bumbu utama yang menciptakan harapan sang pria terasa begitu nyata. Namun, drama kehidupan menyerahkan kejutan yang pahit.
Saat sang pria hampir mencapai tujuannya, ia wajib menyikapi kenyataan bahwa sang mantan kekasih telah melanjutkan hidup bersama pasangan baru. Plot ini seolah menegaskan judul lagunya bahwa perasaan pria tersebut memang “masih belum berakhir”, meski dunia sang wanita telah berputar ke arah yang berbeda.
