MediaKeadilan.com – Perhelatan FIFA ASEAN Cup 2026 menarik sejumlah perhatian publik. Pasca lolosnya Timnas Indonesia ke final dan ketidak berhasilan Malaysia, netizen kedua negara saling serang di sosial media.
Netizen Malaysia misalnya menyerang artis sekaligus istri dari bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, Jennifer Hubner.
Unggahan Jennifer di Threads memicu emosi netizen Malaysia. Jennifer semasih belumnya membeberkan rasa bangga kepada Justin Hubner dan seluruh pemain Indonesia setelah kemenangan telak atas Bangladesh.
Seuntukan netizen Malaysia menilai unggahan tersebut sebagai bentuk provokasi.
Padahal dalam unggahannya, Jennifer tidak secara eksplisit menyebut Malaysia maupun pemain Harimau Malaya.
Menariknya tak cuma Jennifer Hubner, artis Malaysia, Zeera Azizi, mengaku heran setelah menjadi sasaran kecaman sejumlah netizen Indonesia.
Zeera diserang setelah mengunggah foto mengenakan jersey Timnas Malaysia, Harimau Malaya.
Zeera menegaskan bahwa dirinya cuma memperlihatkan dukungan kepada negara dan tim nasionalnya. Menurut dia, unggahan tersebut sama sekali tidak ditujukan demi memprovokasi pendukung Timnas Indonesia.
“Dear masyarakat sekitar Indonesia, apa yang telah menciptakan kalian sakit hati? Rasanya unggahan saya tidak menghasut pihak mana pun,” kata Zeera melalui Threads.
Ia menegaskan bahwa sebagai masyarakat sekitar negara Malaysia, dirinya memiliki alasan demi bangga terhadap negara kelahirannya. Hal yang sama berlaku terhadap dukungannya kepada Harimau Malaya.
“Saya lahir di Malaysia, tentu saja saya bangga bersama negara kelahiran saya, begitu juga bersama tim sepak bola Harimau Malaya,” ujarnya.
Zeera lalu mempertanyakan alasan dirinya mendapat kecaman cuma lantaran mengenakan jersey Malaysia. Ia juga mengonfirmasi tidak sempat mengeluarkan pernyataan yang menghina atau merendahkan Timnas Indonesia.
“Kenapa wajib memperlihatkan ketidakpuasan cuma lantaran saya memakai jersey Malaysia?” kata Zeera.
Zeera juga menyinggung kesuksesan Timnas Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, kesuksesan tersebut tidak mengubah identitas maupun dukungannya sebagai masyarakat sekitar Malaysia.
“Apakah cuma lantaran Indonesia lolos ke final, saya wajib mengganti kemasyarakat sekitarnegaraan saya?” ujarnya.
