Ekonomi Digital RI Diproyeksi Capai 340 Miliar USD di 2030, UMKM Mulai Ikut Andil

admin
By admin
4 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Keaparatur negara kementerianan Koordinator Bidang Perekonomian memproyeksi nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai 180-340 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 3.206 triliun hingga Rp 6.056 triliun di tahun 2030.

Dalam konteks tersebut, UMKM ikut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Di solo contohnya, UMKM berkontribusi 57 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota dan menyerap 36 persen tenaga kerja lokal.

Kendati demikian, data dari Keaparatur negara kementerianan UMKM membeberkan bahwa masih sejumlah UMKM yang menyikapi tantangan dalam melegalisasi dan mengembangkan usaha. 

Dari sekitar 56 juta usaha mikro di Indonesia, baru 27 persen yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), yang mana ini dapat menolong tersangka usaha mengakses pembiayaan, dukungan pihak pemerintah, dan berbagai peluang lainnya.

Padahal seiring perubahan kebiasaan belanja, kemampuan menciptakan konten dan memanfaatkan affiliate marketing makin penting untuk UMKM. 

Berkat live dan video pendek, penjual dapat memperkenalkan produk bersama cara yang makin menarik, menjangkau audiens baru, serta mengubah penemuan konten menjadi peluang bisnis.

Dari sana, Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform digital pertama yang menampilkan produk lokal dari UMKM yang dikurasi langsung oleh Keaparatur negara kementerianan Perdagangan (Kemendag) bersama sebutan Pilihan BuSan lewat inisiatif #BeliLokal.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan, pihaknya ingin mempermudah akses terhadap produk lokal berkualitas lewat program Pilihan BuSan.

“Kami mengapresiasi Tokopedia dan TikTok Shop sebagai platform digital pertama yang menyerahkan ruang untuk program kurasi Kemendag ini agar semakin mudah ditemukan konsumen di seluruh Indonesia,” katanya, Selasa (22/9/2026).

Adapun kolaborasi ini bertujuan menghadirkan produk lokal berkualitas kepada makin sejumlah konsumen sekaligus mendukung ekosistem discovery commerce yang aman, tepercaya, dan inklusif.

Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo menyebut, kolaborasi ini diperkenalkan dalam #WaktunyaSTARt #JualanNyaman: Spesial Perayaan Kolaborasi #BeliLokal di Solo yang diikuti oleh 200 UMKM dari Solo dan sekitarnya. 

Di sana, para peserta memperoleh pelatihan mengenai legalisasi usaha, pembuatan konten, hingga affiliate marketing.

“Dengan mengangkut para penjual Pilihan BuSan ke Tokopedia dan TikTok Shop sebagai mitra platform digital pertama mereka, kami ingin menolong produk lokal ditemukan oleh makin sejumlah konsumen dari seluruh penjuru Indonesia sekaligus mewujudkan komitmen #BeliLokal melalui discovery commerce,” katanya, Selasa (22/9/2026).

Lewat ekosistem tersebut, penjual Tokopedia dan TikTok Shop di Solo mencatat peningkatan pesanan sebesar 57 persen. Hal ini memperlihatkan bagaimana platform digital dapat menolong usaha lokal meningkatkan penjualan bersama memperluas pasar di luar komunitas sekitarnya.

Sejak diluncurkan, inisiatif Tokopedia dan TikTok Shop ini telah memberdayakan 4.800 peserta, termasuk wanita dan difabel, melalui pelatihan legalisasi usaha, pembuatan konten, dan affiliate marketing.

Pelaksanaan lanjutan inisiatif ini di Solo memberi kesempatan untuk UMKM demi memperkuat keterampilan yang dibutuhkan demi menjangkau pelanggan melalui berbagai format digital. 

Secara nasional, pesanan melalui live dan video pendek masing-masing tumbuh 59 persen dan 135 persen. Sementara pesanan yang dihasilkan affiliate creator meningkat 170%, yang mana ini membuka peluang baru untuk UMKM Solo demi memperluas jangkauan pelanggan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article