Spontan Tapi Tak Bermutu, Sentilan Pedas Ryaas Rasyid untuk Pidato Prabowo

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan setelah menyampaikan pernyataan mengenai sejumlah pakar saat menghadiri peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung pihak yang disebutnya sebagai pakar. Ia lalu melontarkan pernyataan, “Saking pintarnya, saking pintarnya jadi goblok.”

Pernyataan tersebut lalu ditanggapi mantan Ketua Reformasi Politik Nasional Prof. Ryaas Rasyid.

Ryaas mengaku tidak terlalu terkejut mendengar ucapan tersebut. Ia mengaitkannya bersama kebiasaan Prabowo yang menurutnya sejumlah kali memakai umpatan ketika berbicara di hadapan publik.

“Saya sebenarnya tidak terlalu kaget lantaran kan telah berkali-kali mengumpat, lantaran salah satu kebiasaan beliau ini mengumpat,” kata Ryaas, dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV, Selasa (22/9/2026).

Menurut Ryaas, seorang pemimpin perlu memperhatikan cara menyampaikan kritik terhadap pihak lain, termakin ketika pernyataan tersebut disampaikan di ruang publik.

Ia menilai seorang pemimpin tidak semestinya memakai perkataan yang dianggapnya merendahkan pihak lain secara umum.

“Karena enggak dapat begitu saja pemimpin itu melecehkan pihak lain apalagi secara umum,” ujar Ryaas.

Ryaas lalu menerangkan bahwa pernyataan yang ditujukan kepada kelompok secara umum dapat menciptakan seluruh pakar merasa perlu menyerahkan respons.

Menurutnya, kritik akan makin jelas apabila diarahkan kepada pihak tertentu yang memang dimaksud.

“Kalau dia sebut satu nama saja makin bagus, ini kan umum seluruh pakar itu wajib bereaksi. Jadi menurut saya ini sesuatu yang spontan namun tidak bermutu sama sekali, tidak menggambarkan kualitas pemimpin,” kata Ryaas.

Penilaian Ryaas lalu mengarah pada persoalan sikap terhadap kalangan intelektual.

Saat ditanya apakah ucapan tersebut dapat dikaitkan bersama sikap antikritik dan antiintelektual, Ryaas menegaskan bahwa dirinya menilai pernyataan tersebut memperlihatkan sikap antiintelektual.

“Anti intelektual iya betul, itu tentu anti intelektual tapi dia kan tidak terlalu peduli,” ujar Ryaas.

Reporter : Agustin Dwi Anggraini

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article