Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen, Pemerintah Siapkan Bansos dan Stimulus Nataru

admin
By admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Pemerintah menyiapkan serangkaian stimulus ekonomi hingga akhir 2026 demi menjaga daya beli masyarakat sekitar di tengah upaya mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional. Paket bantuan tersebut mencakup bantuan beras, subsidi upah, hingga diskon transportasi selama Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menginformasikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen. Angka tersebut diklaim melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi global dan menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN.

“Ekonomi dan stabilitas sektor riil, ini ekonomi kita terus tumbuh di atas 5 persen, yakni 5,45 persen, di mana ini makin tinggi dari global rata-rata yang 3 persen dan kita di sini tertinggi di G20 Pak Presiden, dan juga salah satu yang tertinggi di ASEAN,” ujar Menko Airlangga dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Kekepala negaraan Jakarta, Rabu (21/10), sebagaimana keterangan yang diterima, Jumat.

Airlangga menyebut sejumlah indikator turut memperlihatkan kondisi ekonomi yang positif. Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur naik menjadi 52,4, sementara surplus perdagangan tercatat 7,25.

Dari sisi konsumsi, indeks kepercayaan konsumen berada di level 118,1. Tingkat pengangguran disebut mencapai 4,65 persen, sementara itu rasio gini membaik menjadi 0,368.

“Kemudian surplus dagang kita juga positif 7,25, dari segi konsumen positif 118,1, pengangguran sejak 94 ini pengangguran terendah Pak Presiden, 4,65 persen, dan rasio gini juga terus membaik 0,368,” imbuhnya.

Bantuan Beras demi 33,24 Juta Keluarga

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2026, pihak pemerintah menyiapkan sejumlah program bantuan dan stimulus yang diarahkan demi mempertahankan konsumsi rumah tangga.

Program tersebut meliputi bantuan pangan berupa beras 10 kilogram per bulan untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM), bersama anggaran Rp17,54 triliun.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan subsidi upah sebesar Rp300 ribu demi tiga bulan untuk 13,3 juta pekerja. Penyalurannya direncanakan sekaligus pada November–Desember, bersama anggaran Rp11,97 triliun.

Selain itu, terdapat program satu orang satu rekening yang dialokasikan anggaran Rp1,28 triliun.

“Program satu orang satu rekening ini dijalankan di kuartal keempat, anggarannya Rp1,28 triliun, lalu bantuan pangan beras, 10 kilogram per bulan demi 33,24 juta KPM, ini anggarannya Rp17,54 (triliun), lalu bantuan subsidi upah 300 ribu demi tiga bulan, sekaligus nanti di November-Desember, nah ini diberikan kepada 13,3 juta pekerja, anggarannya Rp11,97 (triliun),” kata dia.

Tiket Nataru Didiskon 30 Persen

Pemerintah juga menyiapkan stimulus transportasi demi periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Paket ini mencakup diskon tiket sebesar 30 persen, potongan harga layanan kapal, tarif khusus jasa kepelabuhanan, serta pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pihak pemerintah demi perjalanan udara domestik.

Airlangga memperkirakan stimulus tersebut akan menjangkau sekitar 6,6 juta masyarakat sekitar bersama anggaran Rp883,4 miliar.

“Kemudian Stimulus Nataru, ini telah disepakati diskon 30 persen daripada tiket, lalu 30 persen juga demi kapal, lalu jasa kepelabuhan juga diberikan spesial harga dari ASDP, lalu juga PPN ditanggung pihak pemerintah demi perjalanan udara di dalam negeri,” kata Airlangga.

“Jadi ini program yang sebetulnya program yang ini telah disetujui di bulan pertengahan pada tahun ini, efeknya kepada 6,6 juta dan biayanya sekitar 883,4 miliar,” lanjutnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article