MediaKeadilan.com – Mantan Komandan Satuan Antiterorisme Khusus Serbia (SAJ), Spasoje Vulevic, membeberkan bahwa sekitar 4.000 personel pihak kepolisian disiagakan pada malam pemilu di Serbia.
Menurut dia, perlengkapan yang dibawa sejumlah kelompok pihak kepolisian menimbulkan dugaan bahwa aparat sedang dipersiapkan demi menyikapi bentrokan bersama masyarakat sekitar sipil dan kalangan akademisi.
Dalam wawancara bersama majalah mingguan Vreme yang dikutip N1, Vulevic menyebutkan informasi dan analisis yang diterimanya sehari semasih belum pemungutan suara mengarah pada dugaan bahwa Aleksandar Vucic akan mengumumkan kemenangan.
Vucic merupakan tokoh utama dari Partai Progresif Serbia (SNS). Vulevic menyebut kesiapan aparat di lapangan menjadi salah satu alasan munculnya kekhawatiran mengenai kebarangkalian bentrokan.
Vulevic memperkirakan sekitar 4.000 personel pihak kepolisian dikerahkan pada malam pemilu.
Dari jumlah tersebut, sesejumlah 3.120 personel disebut mengenakan perlengkapan lengkap demi membubarkan demonstrasi, sementara itu sisanya bertugas bersama pakaian sipil.
Ia juga menyoroti keberadaan kelompok aparat yang dikaitkan bersama Marko Kriak, Kepala Direktorat Investigasi Kriminal, dan Igor miri, Komandan SAJ.
“Melihat perlengkapan yang mereka bawa dan kendaraan yang mereka miliki, jelas untuk kami bahwa mereka sedang bersiap demi bentrokan bersama masyarakat sekitar,” kata Vulevic, sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut.
Ia mengimbuhkan, informasi yang diterima dari sejumlah unit menyebutkan bahwa para komandan menginstruksikan personel demi bersiap mempertahankan institusi bersama segala cara.
Selain situasi pada malam pemilu, Vulevi turut menyinggung demonstrasi besar di Beograd pada 15 Maret 2025.
Ia menyebut situasi awalnya berlangsung damai semasih belum muncul dugaan penggunaan senjata akustik saat massa menggelar mengheningkan cipta.
“Semua berlangsung damai hingga muncul peristiwa yang terkenal bersama senjata suara atau senjata akustik itu. Sangat mengerikan apabila seseorang menekan tombol saat mengheningkan cipta,” ujarnya.
Vulevi mengaku memiliki kedekatan pribadi bersama sejumlah orang yang hadir dalam demonstrasi tersebut, termasuk kalangan anaknya, tetangga, dan teman-temannya.
Ia meyakini rekaman video dari berbagai sudut memperlihatkan penggunaan senjata akustik.
Vulevic juga menilai reformasi mendasar diperlukan agar kepihak kepolisianan Serbia dapat bekerja secara normal dan memperoleh kembali kepercayaan masyarakat sekitar.
Ia secara khusus menyerukan lustrasi, yakni proses pemeriksaan terhadap individu yang sempat terlibat dalam penyalahgunaan kekuasaan atau pelanggaran tertentu, sebagai untukan dari pembenahan institusi.
“Tanpa lustrasi yang serius, tidak ada peluang untuk kepihak kepolisianan demi mengawali bekerja secara normal,” kata Vulevic.
