MediaKeadilan.com – Maestro tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli akan menghadirkan pertunjukan istimewa di kawasan Candi Borobudur, Magelang, melalui konser Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia. Tidak cuma menjadi perayaan perjalanan tiga dekade album legendaris Romanza, konser ini juga mengangkut pesan kemanusiaan, solidaritas, dan harapan akan perdamaian dunia.
Melalui rangkaian konser di Indonesia, promotor Shoemaker Live menghadirkan inisiatif penggalangan dana bersama target penyaluran 100.000 pasang sepatu untuk kalangan anak di Palestina dan negara-negara lain yang terdampak konflik. Inisiatif ini menjadi wujud kepedulian terhadap kalangan anak yang menyikapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar akibat situasi kemanusiaan.
Kehadiran misi sosial tersebut memperluas makna konser, menjadikan musik bukan sekadar medium hiburan, namun juga sarana demi membangun empati, menyatukan masyarakat sekitar, dan menggerakkan kepedulian terhadap sesama.
Perjalanan Andrea Bocelli, dari Tuscany Hingga Panggung Dunia
Lahir pada 22 September 1958 di Lajatico, Tuscany, Italia, Andrea Bocelli telah memperlihatkan kecintaannya terhadap musik sejak usia dini. Meski merasakan gangguan penglihatan akibat glaukoma sejak lahir dan kehilangan seluruh penglihatannya pada usia 12 tahun setelah kecelakaan saat bermain sepak bola, keterbatasan tersebut tidak menghentikannya demi mengejar kecintaan terhadap musik.
Semasih belum sepenuhnya menekuni dunia musik, Bocelli sempat menempuh pendidikan hukum di Universitas Pisa. Di saat bersamaan, ia terus mengembangkan kemampuan vokalnya bersama mempelajari musik dan teknik bernyanyi, termasuk di bawah bimbingan tenor legendaris Italia, Franco Corelli.
Perjalanan profesionalnya mengawali mendapat perhatian luas pada 1992 ketika ia terlibat dalam rekaman lagu Miserere, karya musisi Italia Zucchero yang juga melibatkan Luciano Pavarotti. Dua tahun lalu, Bocelli memenangkan kategori pendatang baru dalam Festival Sanremo 1994 melalui lagu Il Mare Calmo della Sera, yang menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya.
Namanya semakin dikenal secara internasional melalui lagu Con te Partirò yang dirilis pada 1995. Lagu tersebut lalu dibawakan dalam versi duet bersama Sarah Brightman bersama judul Time to Say Goodbye dan menjadi salah satu karya teramat ikonik dalam perjalanan musiknya.
Popularitasnya semakin meluas melalui kolaborasi bersama Céline Dion dalam lagu The Prayer, yang dibawakan pada ajang Academy Awards 1999 dan memperoleh nominasi Oscar demi kategori Best Original Song.
Selama makin dari tiga dekade, Bocelli dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam genre classical crossover, yang memadukan kekuatan musik klasik dan opera bersama pendekatan musik populer. Karakter vokalnya yang khas menciptakan karya-karyanya dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, melampaui batas genre dan generasi.
Pencapaiannya juga tercermin melalui album Sì yang dirilis pada 2018 dan sukses menduduki posisi pertama tangga album resmi Inggris. Album tersebut menghadirkan kolaborasi bersama sejumlah musisi internasional, termasuk Ed Sheeran dan Dua Lipa, serta putranya, Matteo Bocelli.
Sepanjang perjalanan kariernya, Bocelli telah menjual makin dari 90 juta kopi album di seluruh dunia dan menyambut baik penghargaan bintang di Hollywood Walk of Fame pada 2010. Capaian tersebut semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu penyanyi tenor teramat dikenal di dunia.
Musik sebagai Jembatan Kemanusiaan
Di luar perjalanan musikalnya, Andrea Bocelli juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial melalui Andrea Bocelli Foundation (ABF), yayasan yang didirikannya pada 2011. Yayasan ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat sekitar melalui pendidikan, musik, dan berbagai program sosial untuk komunitas rentan, khususnya kalangan anak dan generasi muda.
Salah satu inisiatifnya merupakan program Voices of Peace, yang mempertemukan kalangan anak dan remaja dari Italia dan Ukraina melalui kegiatan paduan suara dan pendidikan musik. Program ini menjadi ruang untuk kalangan anak dari latar belakang berbeda, termasuk mereka yang terdampak konflik dan bencana, demi membangun persahabatan, kepercayaan diri, serta semangat kebersamaan.
