Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka Korupsi, Golkar Kecewa dan Marah

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Partai Golkar menyampaikan keprihatinan mendalam atas kembali ditangkapnya Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq terkait dugaan kasus korupsi demi ketiga kalinya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan kekecewaan partai atas tindakan Fahd yang dinilai tidak menyerahkan contoh perbaikan diri setelah semasih belumnya sempat dua kali terjerat kasus serupa.

“Pertama, tentu kami amat prihatin dan menyayangkan peristiwa tertangkapnya Saudara Fahd. Sebagai sebuah partai, kami senantiasa mengingatkan kepada seluruh jajaran agar tidak menjalankan praktik-praktik pelanggaran hukum, tindak pidana, apalagi korupsi,” kata Doli kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).

Ia menyebutkan pihak partai awalnya mengira sanksi hukum semasih belumnya dapat menciptakan yang bersangkutan jera.

“Terhadap Saudara Fahd, saya kira setelah dua kali terjerat kasus pidana korupsi, sewajibnya menciptakan yang bersangkutan jera, menjalankan introspeksi, dan bertaubat, tapi ternyata malah sebaliknya,” tegasnya.

Doli menerangkan bahwa Golkar selama ini menyerahkan kesempatan kedua untuk kader yang telah berakhir menjalani masa hukuman atas dasar iktikad baik. Namun, insiden ini menjadi bahan evaluasi mendalam untuk internal partai.

“Kami tentu sejumlah mengambil pelajaran dari kasus Saudara Fahd ini. Kami selama ini berusaha menghormati dan menganggap setiap kader yang telah menjalani hukuman merupakan manusia yang secara gentlemen berupaya menebus kesalahannya dan berupaya memperbaiki diri. Atas dasar itulah kami tetap menyerahkan kesempatan kepada kader-kader itu demi tetap dapat mengabdikan dirinya buat partai. Kejadian ini akan menjadi catatan evaluasi dan koreksi kami ke depan,” paparnya.

Meski mengakui rekam jejak kontribusi Fahd di internal organisasi, Doli menekankan bahwa tindakan pribadi Fahd telah mencederai marwah partai secara keseluruhan.

“Kami tidak juga dapat menampik bahwa Saudara Fahd juga telah menyerahkan kontribusi untuk perkembangan partai selama ini. Namun ternyata prilakunya secara pribadi tidak berubah. Yang bersangkutan tidak sadar bahwa dipundaknya ada nama besar Partai Golkar yang wajib dijaga. Tentu kami sebagai keluarga besar Partai Golkar amat kecewa dan marah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Doli menegaskan posisi Golkar yang akan terus mendukung langkah penegakan hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sebagai sebuah partai politik yang berkomitmen mendukung terus upaya pemberantasan korupsi dan mewujudkan Indonesia bersih, Golkar tentu menghormati dan mendukung seluruh proses hukum yang sedang dilakukan oleh KPK,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Fahd A Rafiq semasih belumnya sempat menjadi tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengalokasian anggaran program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) tahun 2011.

Selain itu, Fahd A Rafiq sempat menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Al-Quran tahun 2011-2012 dan pengadaan laboratorium komputer pada MTs tahun 2011 di Keaparatur negara kementerianan Agama.

Untuk kasus ketiga, Fahd A Rafiq ditetapkan KPK sebagai salah satu tersangka kasus dugaan korupsi di lingkungan Keaparatur negara kementerianan Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article