MediaKeadilan.com – Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyebutkan persaingan ekonomi syariah di kawasan ASEAN semakin ketat dan Indonesia wajib tampil yang teramat depan sebagai negara bersama penduduk Muslim terbesar di kawasan.
Destry, yang berbicara di pembukaan ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, Rabu (14/10/2026) menyebutkan di Asia Tenggara Indonesia tidak cuma bersaing bersama Malaysia, sebagai negara bersama penduduk muslim terbesar namun juga Thailand dan Filipina.
“Sebagai contoh di ASEAN saja, kini ada dua negara yang mereka mempunyai perhatian amat penuh terhadap perkembangan ekonomi keuangan syariah. Jadi setelah Malaysia, kini kita akan menyaksikan Filipina dan Thailand,” kata Destry dalam acara yang dihelat di JCC, Senayan, Jakarta.
Dia menyebutkan Thailand dan Filipina mengawali agresif dalam menerapkan keuangan berbasis syariah. Dengan kehadiran dua negara tersebut menjadi pekerjaan rumah Indonesia demi terus meningkatkan ekonomi dan keuangan syariah agar tidak tertinggal.
“Jadi dua negara ini, ini kini mereka mengembangkan ekonomi keuangan syariahnya khususnya di keuangan syariahnya secara amat cukup agresif. Nah ini tentu menjadi PR buat kita, ya lantaran kita telah mempunyai basis yang kuat, tinggal bagaimana kita demi dapat mendorong ke depan,” jelasnya
Ia menginginkan ISEF 2026 yang mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital” dapat menjadi salah satu platform utama dalam mempromosikan berbagai inovasi dan pengembangan di sektor ekonomi syariah baik di tingkat nasional maupun internasional.
“ISEF ini tentu ini bukan cuma acara Bank Indonesia sendiri. Ini merupakan acara kita bersama lantaran Bank Indonesia tentu juga tidak barangkali dapat menciptakan acara sebesar ini bila tidak ada sinergi bersama keaparatur negara kementerianan ataupun lembaga lain ataupun juga kelompok-kelompok komunitas lainnya,” kata Destry.
Pelaksanaan ISEF 2026 bertujuan demi menguatkan keuangan syariah komersial dan sosial, menguatkan industri halal, tersangka usaha syariah, halal food, modest fashion, pariwisata ramah muslim serta mendorong transaksi dan ekspor produk halal. Selain itu, juga demi meningkatkan literasi ekonomi syariah nasional, menguatkan sinergi dan kemitraan stakeholder domestik maupun global.
ISEF juga menjadi ajang memanfaatkan digitalisasi demi mengakselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Nah jadi kita tentunya bersama kita menyaksikan skala yang makin besar, maka peluang dari pengembangan ekonomi keuangan syariah ini akan amat tinggi sekali,” tutup dia.
Dalam kesempatan yang sama Wakil Menteri Koordinator bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo, menyampaikan bahwa ekonomi syariah memiliki peluang besar demi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan daya saing Indonesia.
Peluang tersebut didukung proyeksi belanja masyarakat sekitar muslim global yang mencapai USD3,56 triliun pada 2029. Untuk mengoptimalkannya, Pemerintah mendorong penguatan industri halal dan UMKM, perluasan ekspor dan kerja sama internasional, serta pengembangan keuangan dan dana sosial syariah.
“Upaya ini juga diarahkan demi memperluas akses pembiayaan untuk UMKM dan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan syariah, berakibat potensi ekonomi syariah dapat menyerahkan manfaat yang makin luas untuk masyarakat sekitar,” bebernya.
ISEF 2026 yang bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Rangkaian acara melibatkan mitra ekonomi – keuangan syariah domestik dan internasional serta makin dari 1.000 tersangka industri halal. Penyelenggaraan ISEF 2026 menghadirkan makin dari 100 kegiatan secara luring dan daring yang mempertemukan tersangka usaha dari hulu ke hilir.
Kegiatan tersebut mencakup business matching perdagangan dan wastra, Forum Bisnis Pesantren, serta forum nasional dan internasional di bidang halal, zakat, wakaf, pembiayaan haji, dan pariwisata ramah muslim.
