MediaKeadilan.com – Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, memaparkan hasil Opinion Leaders Survey periode September 2026 mengenai penilaian kualitas kepemimpinan dan kapabilitas para tokoh nasional.
Survei ini memakai rentang skor 0 hingga 10 demi mengukur kemampuan para tokoh berdasarkan pengetahuan, wawasan, pendidikan, kepintaran, serta pengalaman.
Berdasarkan data survei pada aspek Kapabilitas atau Kompetensi, mantan Menko Polhukam Mahfud MD menempati urutan teratas bersama skor 7,6.
Di bawahnya menyusul Anies Baswedan (7,1), Pramono Anung Wibowo (7,0), Sri Mulyani Indrawati (6,9), Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (6,9), Dedi Mulyadi (6,7), Ganjar Pranowo (6,6), Agus Harimurti Yudhoyono (6,5), Retno Marsudi (6,5), serta Zainal Arifin Mochtar (6,4).
Sementara itu, pada papan bawah penilaian kapabilitas, sejumlah tokoh politik mencatatkan skor di bawah 6.
Prabowo Subianto memperoleh skor 5,1, A. Muhaimin Iskandar (5,0), Puan Maharani (5,0), Almuzzammil Yusuf (4,7), Zulkifli Hasan (4,6), Bahlil Lahadalia (4,3), Gibran Rakabuming Raka (3,7), dan Kaesang Pangarep menduduki posisi terbawah bersama skor 3,3.
Menanggapi capaian penilaian tersebut, Saiful Mujani menyoroti masih belum adanya tokoh yang sukses meraih nilai A atau skor tertinggi dari para pemikir atau narasumber.
“Siapa aja? Misalnya demi kompetensi bersama skor 0 sampai 10, itu Profesor Mahfud bersama skor 7,6. Itu pun, kita ini seluruh yang narasumber di sini kan umumnya dosen, 7,6 itu nilainya apa Romo Setyo? B ya? Ya B, ya kan? Profesor Ihsan ngasih B plus, 7,6 itu. Jadi nggak ada yang ngasih A, nanya nilai ininya, nggak ada yang dapet nilai A,” ujar Saiful dalam pemaparannya di Gedung FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Ia juga mengimbuhkan catatan mengenai posisi para tokoh di papan bawah penilaian.
“Kemudian yang 10 teramat bawah, ini angkanya di bawah 6, 5. Yang teramat bawah merupakan Kaesang. Setuju nggak itu? Kaesang nilainya memang cuma 3, demi aspek kapabilitas. Di atasnya abangnya, Gibran. Bahlil di atasnya lagi, ada Zul, ada Puan, ada Muhaimin, ada Prabowo Subianto, 5,1,” tuturnya.
Survei ini melibatkan 200 opinion leader, terdiri atas 166 akademisi/ilmuwan dari berbagai bidang (politik/pihak pemerintahan, filsafat/sejarah/agama/budaya, sosiologi/antropologi, ekonomi/pembangunan, sains/teknik, komunikasi, hukum, dan psikologi) serta 34 jurnalis.
Karena tidak ada daftar populasi opinion leader secara nasional, responden tidak dipilih secara acak, melainkan bersama teknik snowballing, terutama melalui media massa nasional dan daerah.
Karena itu temuan survei ini bersifat deskriptif: mencerminkan penilaian para responden, bukan populasi opinion leader secara keseluruhan. Sesejumlah 149 responden bersedia namanya dipublikasikan. Responden menilai 31 tokoh bersama skor 0 sampai 10.
Kelompok responden tersebut terdiri atas opinion leaders bersama latar belakang beragam, antara lain intelektual publik atau akademisi, pengamat, pimpinan media massa cetak, elektronik, dan daring, serta jurnalis senior yang biasa menjadi narasumber media massa.
Nama tokohtokoh nasional yang muncul dalam survei merupakan nama-nama dalam top of mind (responspontan)survei-survei opini publik nasional.
Tokohtokoh yang dibicarakan terutama di media massa dandikalangan politisi nasional dalam kaitannya bersama pencalonan kepala negara atau wakil kepala negara.
Kemudian tokoh-tokoh intelektual dan aktivis yang sejumlah bersikap demi masalah-masalah nasional dan politik nasional.
