MediaKeadilan.com – Malaysia akan mengangkut persoalan kabut asap lintas batas ke pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN bulan depan.
Langkah ini dilakukan demi mendorong mekanisme regional yang makin efektif dalam menangani kabut asap yang berdampak pada negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, menyebutkan isu kabut asap perlu mendapat perhatian khusus lantaran masih belum tercakup dalam mekanisme ASEAN terkait penanganan bencana alam.
“Kita memang memiliki mekanisme ASEAN terkait bencana alam, namun kabut asap tidak termasuk dalam klasifikasi bencana alam,” kata Mohamad dikutip dari Bernama.
Ia menegaskan persoalan tersebut akan dibahas bersama para aparatur negara kementerian luar negeri negara anggota ASEAN semasih belum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-49 digelar di Manila, Filipina, bulan depan.
Di tengah memburuknya situasi kabut asap, Mohamad membeberkan dirinya telah menghubungi Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, demi memperoleh informasi terbaru mengenai upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Menurut informasi yang diterimanya, kondisi jarak pandang yang amat buruk di sejumlah wilayah terdampak menjadi kendala serius untuk operasi pemadaman melalui udara.
“Indonesia memiliki 34 pesawat dan 34 helikopter, namun tidak dapat lepas landas lantaran kondisi jarak pandang yang amat buruk. Tidak aman untuk penerbangan apa pun di kawasan tersebut,” ujarnya.
Meski menyikapi kendala penerbangan, pihak pemerintah Indonesia disebut telah mengerahkan 60.000 personel demi menangani kebakaran di lapangan.
Mohamad menerangkan, upaya pemadaman juga menyikapi tantangan lantaran sejumlah titik api berada di kawasan pedalaman yang sulit dijangkau.
Keterbatasan pasokan air serta kebakaran yang masih berlangsung di lahan gambut turut mempersulit penanganan.
Selain kendala akses dan kondisi geografis, upaya modifikasi cuaca di Indonesia juga masih belum dapat dilakukan secara optimal.
Mohamad menyebut tidak tersedianya awan kumulonimbus yang sesuai menjadi salah satu faktor penghambat pelaksanaan operasi tersebut.
Pemerintah Malaysia, lanjutnya, memahami bahwa Indonesia tengah berupaya maksimal demi memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
Ia juga menyampaikan simpati atas situasi yang dihadapi negara tetangganya itu.
Meski demikian, Malaysia menginginkan Indonesia dapat mengambil langkah yang makin efektif demi mengendalikan kebakaran.
Pasalnya, kabut asap yang ditimbulkan telah mengancam kesehatan dan mengganggu kehidupan masyarakat sekitar di wilayah terdampak.
