Koalisi Sipil Desak Pemerintah Setop Rekrutmen Komcad untuk ASN!

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Koalisi Masyarakat Sipil demi Reformasi Sektor Keamanan mendesak pihak pemerintah menghentikan perekrutan Komponen Cadangan (Komcad) dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Desakan itu disampaikan menyusul tewasnya ASN Keaparatur negara kementerianan Ekonomi Kreatif, Vanreko Varkas Bagaskara, saat mengikuti Pelatihan Dasar Militer Komcad di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Direktur Centra Initiative Indonesia Muhammad Hafiz menyebutkan pihak pemerintah juga perlu menjalankan investigasi independen dan transparan demi mengungkap penyebab kematian Vanreko.

“Rangkaian ini menunjukan persoalan yang wajib diperiksa sebagai kebarangkalian ketidak berhasilan sistem,” kata Hafiz dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Koalisi menilai kematian Vanreko menambah daftar pihak korban jiwa dalam pelaksanaan pelatihan militer yang melibatkan masyarakat sekitar sipil.

Pada Juni 2026, lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil Komcad.

Hafiz juga menyoroti pola rekrutmen peserta. Berdasarkan analisa koalisi, terdapat instruksi, surat PAN-RB, dan surat rekomendasi kepada pegawai demi mengikuti pelatihan.

Padahal, keikutsertaan sebagai personel Komcad berdasarkan UU Pengelolaan Sumber Daya Nasional demi Pertahanan Negara bersifat sukarela.

“Dalam birokrasi yang hierarkis, pola tersebut mengaburkan prinsip persetujuan bebas,” ujar Hafiz.

Sementara Wakil Direktur Imparsial Hussein Ahmad menilai rentetan kematian peserta Komcad dapat dikategorikan sebagai unlawful death atau kematian yang tidak wajar.

“Namun demikian, berdasarkan penelusuran kami, dari keenam kematian yang terjadi sepanjang tidak ada penelusuran hukum apa pun terhadap itu,” ungkap Hussein.

Atas persoalan tersebut, koalisi menyampaikan empat desakan kepada pihak pemerintah.

Pertama, menghentikan perekrutan Komcad dari kalangan ASN.

Kedua, mengalihkan anggaran Latsarmil Komcad demi program prioritas, bagaikan peningkatan kesejahteraan prajurit, persiapan operasional, serta pemeliharaan dan pengadaan alutsista.

Ketiga, menjalankan penyelidikan mendalam terhadap kasus kematian peserta Latsarmil Komcad, termasuk dugaan kelalaian dan tindak pidana.

Keempat, mengimbau Komnas HAM terlibat langsung dalam proses penyelidikan dan mengonfirmasi adanya pertanggungjawaban dari pihak terkait.

Reporter: Alif Bintang

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article