Malaysia: Kemenlu Indonesia Masih Belum Balas Surat Resmi Kami Bantu Atasi Karhutla

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Pemerintah Malaysia menegaskan siap menolong Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan yang disebut menjadi salah satu penyebab kabut asap lintas batas.

Namun, hingga Rabu (7/10/2026), Malaysia mengaku masih menunggu persetujuan resmi dari pihak pemerintah Indonesia demi mengerahkan bantuan tersebut.

Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Alam Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, menyebutkan negaranya telah menyiapkan aset, tenaga ahli, serta personel demi menolong penanganan kebakaran.

“Malaysia telah siap dari segi aset, kepakaran dan juga tenaga manusia. Kami siap menolong,” kata Arthur bagaikan dinukil dari Kosmo.

Menurut Arthur, pihak pemerintah Malaysia semasih belumnya telah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Lingkungan Hidup Indonesia terkait tawaran bantuan demi menangani kebakaran yang berkontribusi terhadap kabut asap lintas batas.

Tawaran tersebut lalu ditindaklanjuti Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi melalui kunjungannya ke Indonesia pada 18 September lalu.

Dalam kunjungan itu, Ahmad Zahid bertemu bersama Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Menurut Arthur, pertemuan tersebut menghasilkan persetujuan demi melanjutkan koordinasi bantuan.

“Dan kita telah memperoleh persetujuan. Sekarang kita sedang menyelaraskan prosedur melalui Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri negara kita bersama badan dan Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri dari pihak Indonesia,” ujarnya.

Arthur menegaskan Malaysia siap mengerahkan bantuan, termasuk personel ahli dan aset terkait, setelah seluruh prosedur antara kedua negara diberakhirkan.

Di sisi lain, Arthur menyebutkan Malaysia memiliki Rencana Tindakan Kabut Asap yang mengatur prosedur operasi standar berdasarkan tingkat Indeks Pencemaran Udara (IPU).

Prosedur tersebut mencakup kondisi ketika indeks pencemaran udara melewati angka 100 hingga makin dari 200. Pemantauan juga ditingkatkan menyusul kondisi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan.

Malaysia pada saat ini memiliki sekitar 68 stasiun pemantauan kualitas udara yang menyerahkan data setiap jam.

“Hasil pemantauan akan kami informasikan kepada badan-badan terkait bagaikan Nadma, Keaparatur negara kementerianan Kesehatan, dan Keaparatur negara kementerianan Pendidikan,” kata Arthur.

Arthur juga mengimbau masyarakat sekitar Malaysia demi mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap memburuk.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok masyarakat sekitar bersama daya tahan tubuh rendah lantaran makin rentan terhadap dampak buruk polusi udara.

“Kalau dapat, hindari aktivitas di luar. Kurangi aktivitas di luar untuk mereka yang barangkali memiliki daya tahan tubuh cukup rendah,” ujarnya.

“Kalau dapat jangan keluar sama sekali, gunakan masker dan sejumlah minum air,” sambung Arthur.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article