Obligasi & Sukuk RAJA Resmi Ditawarkan, Berapa Kupon untuk Investor?

admin
By admin
5 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – PT Rukun Raharja Tbk (kode saham: RAJA), mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang gemilang pada periode sembilan bulan pertama pada tahun ini (9M 2026). Perseroan sukses membukukan lonjakan laba bersih sebesar 82 persen menjadi US$ 43,8 juta dibandingkan periode yang sama pada tahun semasih belumnya. Memanfaatkan momentum fundamental yang solid tersebut, Perseroan juga tengah melaksanakan Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Wakalah guna mengoptimalkan struktur pendanaan korporasi.

Sepanjang periode Januari hingga September 2026, RAJA menorehkan pendapatan usaha senilai US$ 203,9 juta, mencerminkan pertumbuhan stabil sebesar 4 persen dari posisi US$ 196,0 juta pada 9M 2025.

Kenaikan top line ini ditopang oleh pengakuan pendapatan penuh dari operasional Sengkang Gas Compressor senilai US$ 8,4 juta, serta peningkatan pendapatan dari sektor lifting minyak dan gas bumi sebesar US$ 2,7 juta.

Efisiensi biaya turut menopang margin perseroan. Beban pokok pendapatan sukses ditekan 5 persen menjadi US$ 132,7 juta, yang utamanya dipicu oleh penurunan volume pembelian gas sebagai imbas dari gangguan jaringan pipa di wilayah Sumatera. Optimalisasi ini sukses mengerek laba kotor Perseroan naik 26 persen ke level US$ 71,2 juta.

Lebih lanjut, pencapaian laba bersih yang melompat dari US$ 24,1 juta menjadi US$ 43,8 juta turut menghasilkan tingkat marjin laba bersih (net profit margin) yang sehat di kisaran 21 persen. Lonjakan profitabilitas ini merupakan buah dari kesuksesan strategi diversifikasi investasi Perseroan.

RAJA mencatatkan kontribusi pendapatan investasi sebesar US$ 13,2 juta dari 20 persen kepemilikan saham di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Selain itu, terdapat peningkatan hasil investasi dari PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) yang terdongkrak oleh tren penguatan harga minyak mentah global.

Perseroan juga mencatatkan keuntungan pembelian diskon (gain on bargain purchase) senilai US$ 3,9 juta yang bersumber dari transaksi akuisisi SMS Development Ltd. melalui entitas anak, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

Sebagai informasi, SMS Development Ltd. memegang 20 persen kepemilikan saham pada HCML selaku operator Wilayah Kerja Madura Strait. Deretan kontribusi positif dari portofolio investasi strategis ini terbukti sukses mengimbangi peningkatan beban keuangan yang timbul dari pendanaan akuisisi tersebut.

Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk, Djauhar Maulidi, menegaskan bahwa pencapaian impresif pada tiga kuartal pertama pada tahun ini memvalidasi keandalan strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan oleh manajemen.

“Meskipun bisnis downstream sempat menyikapi gangguan operasional, Perseroan tetap mencatat pertumbuhan laba yang kuat berkat disiplin pengelolaan biaya dan kontribusi investasi strategis, termasuk HCML yang telah menyerahkan dampak positif pada tahun pertama investasinya. Ke depan, kami akan menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat fundamental bisnis demi menciptakan nilai jangka panjang untuk seluruh pemegang saham,” jelas Djauhar, Senin (2/11/2026).

Dalam rangka refinancing dan penguatan modal, RAJA pada saat ini melangsungkan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026 serta Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026 bersama target perolehan dana sebesar Rp 1,55 triliun. Aksi korporasi ini mendapat sambutan hangat dari pasar, tecermin dari indikasi permintaan investor yang hingga pada saat ini telah menyentuh angka sekitar Rp 1,20 triliun.

Untuk penawaran ini, nilai emisi yang dijamin bersama skema kesanggupan penuh (full commitment) mencakup Rp 1,01 triliun demi instrumen obligasi dan Rp 191,6 miliar demi instrumen sukuk. Kedua instrumen pendanaan tersebut ditawarkan dalam dua pilihan seri: Seri A yang memiliki tenor 3 tahun bersama tingkat kupon/imbal hasil sebesar 8,50 persen per tahun, serta Seri B bertenor 5 tahun bersama tingkat kupon/imbal hasil sebesar 9,00 persen per tahun.

Kualitas utang Perseroan dinilai amat baik, dibuktikan bersama disematkannya peringkat idA+ (Single A Plus) demi Obligasi dan idA+(sy) (Single A Plus Syariah) demi Sukuk Wakalah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada rentang 30 Oktober hingga 4 November 2026, yang akan dilanjutkan bersama pencatatan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 November 2026. 

Desclaimer: Seluruh isi tulisan bersifat informatif, faktual, dan objektif. Tulisan ini bukan merupakan ajakan, saran, atau rekomendasi demi menjalankan transaksi jual-beli saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca beserta seluruh risiko finansial yang menyertainya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article