Pendapatan Indosat Tumbuh 11 Persen, Bisnis AI Cloud Bidik 100 Juta Dolar AS pada 2026

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Indosat Ooredoo Hutchison mencatatkan pertumbuhan pendapatan 11 persen menjadi Rp45,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Kinerja bisnis telekomunikasi yang tetap kuat menjadi modal korporasi demi memperbesar bisnis kecerdasan buatan (AI), yang mengawali menyerahkan kontribusi pendapatan signifikan.

Perusahaan membukukan EBITDA sebesar Rp21,1 triliun, sementara itu laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 37,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp4,9 triliun.

Di tengah upaya bertransformasi menjadi korporasi teknologi berbasis AI atau AI TechCo, Indosat masih mengandalkan bisnis konektivitas sebagai sumber pertumbuhan sekaligus penopang investasi teknologi.

Salah satu strategi yang dijalankan merupakan pemanfaatan AI demi menghadirkan layanan yang makin sesuai bersama kebutuhan pelanggan.

Pendekatan hyper-personalization ini turut mendorong rata-rata pendapatan per pengguna seluler (Average Revenue Per User/ARPU) gabungan naik 16,5 persen YoY menjadi Rp46.000.

Pada periode yang sama, trafik data meningkat 16 persen menjadi 14.829 petabyte. Pertumbuhan tersebut didukung investasi jaringan, pemanfaatan spektrum, serta pengembangan kapabilitas 5G.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menyebutkan, kekuatan bisnis telekomunikasi menjadi fondasi untuk korporasi demi memasuki fase pertumbuhan berikutnya, termasuk melalui investasi di bidang AI.

“Investasi tersebut mengawali menghasilkan kontribusi bisnis yang nyata, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur dan solusi AI di Indonesia maupun pasar global,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (29/10/2026).

Pendapatan AI Cloud Melonjak, Bidik 100 Juta Dolar AS

Salah satu indikator perkembangan bisnis baru Indosat terlihat dari pendapatan Indosat AI Cloud. Dalam sembilan bulan pertama 2026, bisnis ini mencatatkan pendapatan 50 juta dolar AS, melampaui total pendapatan 28 juta dolar AS sepanjang 2025.

Indosat memperkirakan pendapatan AI Cloud dapat mencapai 100 juta dolar AS hingga akhir 2026. Proyeksi tersebut mencerminkan upaya korporasi mengubah investasi infrastruktur AI menjadi sumber pendapatan baru, di luar layanan telekomunikasi.

Untuk memperluas bisnis tersebut, Indosat membangun ekosistem AI terintegrasi yang mencakup konektivitas, jaringan fiber, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi demi kebutuhan korporasi.

Dari sisi konektivitas, RAIA Grid memiliki jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer demi menghubungkan sumber daya komputasi bersama berbagai kebutuhan penerapan AI.

Sementara itu, Zankore by Indosat mengembangkan infrastruktur AI generasi berikutnya bersama ambisi jangka panjang mencapai kapasitas AI hingga 1 gigawatt (GW).

Indosat juga menggandeng korporasi teknologi global F5 demi menghadirkan Indosat Intelligence Suite. Solusi ini menyerahkan akses terkelola untuk pelanggan korporasi terhadap model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi.

Layanan tersebut dirancang demi menolong korporasi mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, dan memperluas implementasi teknologi secara makin terukur.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article