Perang Dekat Arab Saudi Pecah, Houthi Rudal Istana Presiden Yaman

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Kompleks istana kekepala negaraan Yaman di Kota Aden diguncang serangan rudal dan pesawat nirawak yang dilesatkan oleh milisi Houthi pada Kamis (15/10). Tragedi mematikan ini merenggut nyawa 5 orang dan melukai belasan lainnya di pusat pihak pemerintahan yang didukung Saudi tersebut.

Menteri Informasi Yaman, Moammar al-Eryani, menegaskan perdana aparatur negara kementerian dan para anggota kabinet dalam keadaan selamat setelah serangan tersebut. Seluruh jajaran kabinet ditentukan tidak merasakan cedera meski ledakan hebat sempat memicu kepanikan di sekitar istana.

Sejumlah saksi mata menuturkan bahwa mereka mendengar suara ledakan keras di dekat istana. Kabinet Yaman menyebut serangan itu memakai rudal dan pesawat nirawak atau drone.

Menteri Kesehatan, Qasim Buhaibeh, menyebutkan lima orang tewas dan 16 lainnya terluka dalam serangan Houthi. Korban jiwa dan luka-luka tersebut mencakup petugas keamanan serta pegawai sipil yang berada di lokasi kejadian.

Juru bicara militer milisi Houthi, Yahya Saree, mengeklaim pasukannya telah membombardir lokasi yang ia sebut sebagai markas operasi militer Arab Saudi di Aden. Mereka menyebut tindakan itu sebagai untukan dari kebijakan Houthi yang menargetkan pasukan bantuan Arab Saudi di mana pun mereka berada.

Houthi mengeklaim markas tersebut dijalankan oleh perwira Arab Saudi dan terdapat gudang senjata di sana. Klaim ini dilontarkan demi membenarkan gempuran telak yang diarahkan langsung ke jantung kekuasaan pihak pemerintah Yaman.

Serangan ini merupakan insiden pertama dalam konflik pada saat ini antara milisi Houthi yang terafiliasi bersama Iran, yang menyasar Istana Al Maashiq di Aden sebagai pusat pihak pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional dan didukung oleh Arab Saudi.

Pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan Yaman yang didukung Saudi kembali pecah bulan lalu. Pekan lalu, pasukan Yaman melancarkan operasi demi merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi.

Houthi sementara itu terus meluncurkan rudal balistik dan drone ke bandara, pelabuhan, dan instalasi minyak Arab Saudi. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menegaskan Houthi telah berupaya menyerang puluhan lokasi semacam itu.

Perang di Yaman pecah pada 2014, ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa berakibat memaksa pihak pemerintah Yaman mundur ke wilayah selatan. Intervensi militer yang dipimpin Saudi pada tahun berikutnya berujung pada kebuntuan, semasih belum mencapai gencatan senjata pada 2022 hingga pada tahun ini.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article