Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Pertemuan penting aparatur negara kementerian luar negeri negara-negara Arab di Muscat pada Senin (14/9) menandai babak baru navigasi Teluk. Kesepakatan koridor maritim bersama antara Iran dan Oman akan dalam waktu dekat disahkan serta diserahkan ke Organisasi Maritim Internasional (IMO).

Langkah diplomasi ini diambil guna mengonfirmasi kelancaran alur pelayaran komersial di kawasan yang terus bergejolak. Inisiatif strategis ini sekaligus menjadi jawaban atas tekanan ketegangan militer serta blokade laut oleh pihak luar.

Negara-negara yang wilayahnya sempat digunakan demi agensi militer asing juga dijadwalkan hadir dalam forum regional tersebut. Sinergi ini mempertegas komitmen bersama demi menjaga stabilitas ekonomi perairan Teluk.

Pemerintah Iran menilai langkah penggalangan jalur laut baru ini sebagai dorongan kemandirian menyikapi sanksi. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan ketahanan negaranya menyikapi manuver ekonomi dari luar.

“Penguasa Washington tidak berhasil mencapai tujuan mereka lewat perang, itulah dikarenakannya mereka beralih ke tekanan ekonomi, namun kami tidak akan berhenti,” ujar Pezeshkian, dikutip dari Anadolu.

Kebijakan luar negeri Teheran ditentukan tidak akan melarutkan fokus utama dalam mempertahankan stabilitas nasional. Ketergantungan penuh pada satu akses pelayaran juga telah bukan lagi menjadi pilihan utama.

“Jalur laut tentu bukan sesuatu yang menjadi tumpuan kelangsungan hidup kami, dan mereka juga tidak akan dapat mencapai tujuan mereka bersama cara ini,” kata Pezeshkian mengimbuhkan.

Akses utama perairan internasional ini siap dipulihkan sepenuhnya apabila situasi keamanan di kawasan telah kondusif. Teheran menuntut penghentian blokade serta operasi militer ofensif semasih belum komitmen pemulihan total dijalankan.

“Pekan ini, pada Senin, para aparatur negara kementerian luar negeri negara-negara Arab akan bertemu di Muscat demi menandatangani kesepakatan pembentukan jalur bersama antara Oman dan Iran di Selat Hormuz serta memberitahukan kesepakatan itu kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO),” ungkap Pezeshkian.

Kehadiran perwakilan delapan negara Teluk di Muscat bertujuan memperkuat kerangka teknis koridor pelayaran aman. Rencana pengawasan pintu masuk dan keluar rute baru tersebut akan ditempatkan di bawah kendali Iran.

“Negara-negara yang wilayahnya digunakan demi melancarkan serangan terhadap kami oleh Amerika Serikat (AS) juga akan menghadiri pertemuan ini,” jelas Pezeshkian menegaskan keterlibatan kawasan.

Persiapan penandatanganan koridor maritim baru ini diprakarsai oleh pembicaraan bilateral intensif antara Oman dan Iran. Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Iran menegaskan pentingnya konsensus regional demi menjamin keamanan kapal-kapal niaga yang melintas.

Pihak Iran menyampaikan keselamatan pelayaran tidak dapat dijamin secara otomatis selama intervensi militer asing tetap berlangsung. Oleh dikarenakan itu, kesepakatan koridor baru di bawah pengawasan bersama dipandang sebagai solusi konkret kawasan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article