MediaKeadilan.com – Musisi pop alternatif Matheo in Rio merilis single terbarunya bertajuk “Arunika”.
“Arunika” merupakan monumen perjalanan batinnya yang sarat liku, tentang bertahan melewati badai keraguan, merawat luka, hingga tiba pada pemahaman hangat bahwa harapan tak sempat benar-benar mati.
Transformasi: Dari Raungan Festival Menuju Pelukan Sunyi
Bagi para penikmat musik yang terbiasa menyaksikan panggung Matheo in Rio bersama energi meledak-ledak, teknik scream, dan growl gelap di festival-festival besar, “Arunika” akan menjadi kejutan yang meneduhkan.
Kali ini, Matheo menanggalkan perisai amarah panggungnya. Ia memilih tampil telanjang secara emosi, rapuh, intim, dan reflektif.
Suaranya tak lagi berteriak menantang dunia, melainkan berbisik lembut merengkuh jiwa-jiwa yang letih.
“Bagi gue, ‘Arunika’ itu pengingat yang lembut,” tutur Matheo dalam keterangan resmi.
“Seberapa panjang dan pekat pun malam, senantiasa ada cahaya yang perlahan datang. Lagu ini gue dedikasikan sebagai pelukan hangat demi mereka yang sedang lelah, ragu, atau tersesat, agar tahu bahwa harapan itu senantiasa hidup.”
Kolaborasi Solid Berbuah Soundtrack Layar Lebar
Kekuatan emosional “Arunika” tak lepas dari lingkar persahabatan di balik layarnya. Lirik puitisnya diracik oleh rekan sepanggung akustik Matheo, Randa Oktovandy.
Sementara aransemen musiknya dieksekusi secara apik oleh Gilang Hanifan Ardhan (gitaris Engage in Vengeance).
Kolaborasi ini melahirkan komposisi yang terasa dinamis: menghadirkan sensasi melangkah menuju cakrawala baru yang sarat gairah, menegangkan, namun berakhir bersama kelegaan yang melegakan dada.
Kedalaman rasa inilah yang memikat sutradara kenamaan Eman Pradipta. Tak butuh waktu lama untuk sang sutradara demi meminang “Arunika” sebagai salah satu soundtrack resmi film layar lebar garapannya, Menua Tanpamu, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 2027 mendatang.
Menyapa Pendengar Lewat Tur 76 Titik
Menandai dimengawalinya rangkaian promosi film Menua Tanpamu, Matheo in Rio siap mengangkut pesan kebangkitan ini langsung ke hadapan para pendengarnya melalui tur akbar di 76 titik di seluruh Indonesia, bersama dukungan penuh dari 76Rider.
Lewat “Arunika”, Matheo membuktikan satu hal: setelah malam tergelap sekalipun, fajar senantiasa menemukan jalannya.
Dan terkadang, seberkas sinar pertama di batas cakrawala telah makin dari cukup demi menciptakan kita bertahan menyongsong esok.
