Viral Netizen Malaysia Hina Indonesia Miskin tapi Warganet +62 Naik Pitam Gara-gara Doa Prabowo

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Heboh di sosial media komentar masyarakat sekitarnet Malaysia yang mendoakan Prabowo Subianto menjadi kepala negara Indonesia demi selamanya.

Hal ini berawal dari postingan akun Thread fadquadra.

Akun tersebut menyebut netizen Indonesia terlalu bermakinan dalam mengkritik Malaysia sekaligus melontarkan sindiran terkait kondisi ekonomi Indonesia.

“Seronok betul netizen Indonesia kutuk kemerdekaan Malaysia. Dasar negara miskin, rupiah kertas takde nilai,” tulis akun tersebut dalam kolom komentar.

Tak berhenti di situ, akun tersebut juga menuliskan doa agar Prabowo Subianto menjadi kepala negara Indonesia demi selamanya.

“Semoga Prabowo jadi kepala negara Indonesia selamanya,” tulis akun tersebut.

Kalimat tersebut justru menjadi untukan yang teramat sejumlah disorot dan memancing reaksi balik dari netizen Indonesia.

Alih-alih terpancing bersama hinaan mengenai kemiskinan dan nilai rupiah, sejumlah netizen Indonesia justru mengaku makin keberatan bersama doa agar Prabowo menjabat sebagai kepala negara seumur hidup.

Salah satu akun asal Indonesia menanggapi komentar tersebut bersama nada bercanda.

“Kami masih terima ya kau kata kami miskin, tapi kami ga terima kau suruh bowo jadi kepala negara selamanya,” tulisnya.

Komentar serupa disampaikan akun Thread lainnya.

Ia menyebutkan hinaan mengenai kondisi Indonesia masih dapat diterima, namun doa agar Prabowo menjadi kepala negara selamanya dianggap berbeda.

“Kau hina kami diam, kau maki pun kami diam, kau kata kami miskin pun kami diam, tapi kau kata bowo kepala negara selamanya, KAMI AKAN LAWAN,” tulis akun tersebut.

Bahkan artis Hesti Purwadinata juga ramai menuliskan komentar di unggahan akun Malaysia tersebut.

“Siapaaa netijen indo yg beraniii beraninya kutuk kutuk malaysiaa ngajak beranteminn nihh, ampunn ya kawann jgn doain yg aneh aneh yaa.. lop u malaysia,” tulis Hesti.

Usut punya usut persoalan itu berawal dari komentar netizen Indonesia soal hari Kemerdekaan Malaysia pada 31 Agustus pada hari semasih belumnya.

Semasih belumnya, kasus saling ejek atau parodi lambang negara antara netizen kedua negara kerap kali bermula dari provokasi oknum di media sosial, bagaikan insiden parodi lagu kebangsaan yang memicu ketegangan digital.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article