MediaKeadilan.com – Penerbangan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuju Norwegia tertunda dari Bandara Internasional Chiinu akibat masuknya drone jet Rusia ke ruang udara Moldova.
Otoritas penerbangan Moldova memutuskan penutupan sementara ruang udara nasional begitu sistem pemantau mendeteksi pergerakan pesawat nirawak tersebut.
Pesawat sipil kekepala negaraan Ukraina tertahan di landasan pacu hingga aparat mengonfirmasi kondisi jalur udara kembali aman demi lepas landas.
Drone tersebut akhirnya meledak di area sekitar 160 kilometer dari lokasi bandara di ibu kota Chiinu.
Dubes Moldova demi Amerika Serikat, Vladislav Kulminski, menegaskan bahwa masuknya drone ke wilayah Moldova memiliki unsur kesengajaan.
“Kami tidak percaya bahwa drone bermesin jet terbang begitu saja memasuki wilayah Moldova demi tujuan pengawasan saat pesawat kepala negara Ukraina sedang berada di darat di bandara,” kata Kulminski.
Saat ditanya mengenai kebarangkalian drone tersebut mengincar penerbangan kepala negara, ia menegaskan pihak berwenang masih menjalankan investigasi mendalam.
Kulminski menyebut publik telah mengetahui bahwa jalur udara Moldova kerap dipakai Zelensky demi menjalankan perlawatan diplomasi ke luar negeri.
“Ini barangkali bukan kali pertama hal bagaikan ini terjadi,” ujar Kulminski.
Pemerintah Rusia sampai pada saat ini masih belum menyerahkan tanggapan atau pernyataan resmi atas peristiwa penerobosan drone tersebut.
Zelensky dijadwalkan terbang ke Oslo demi menghadiri prosesi pemakaman Raja Harald V bersama para pemimpin dunia lainnya.
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre menjadi pihak pertama yang membeberkan gangguan penerbangan tersebut ke publik.
Selain drone yang meledak di Moldova, satu drone Rusia lainnya dilaporkan melintasi ruang udara Moldova semasih belum akhirnya bergerak ke wilayah Romania.
Presiden Moldova Maia Sandu mengutuk keras penerobosan wilayah udara yang melanggar kedaulatan negaranya tersebut.
Sandu menegaskan bahwa peristiwa insiden penerobosan drone ini merupakan “serious threat to people’s lives.”
