Wamensos Agus Jabo Dorong Penguatan Perlindungan Lansia Lewat Ekonomi Perak

admin
By admin
4 Min Read

MediaKeadilan.com – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mendorong penguatan perlindungan sosial dan pemberdayaan lanjut usia (lansia) demi menyikapi perubahan demografi di Indonesia.

Upaya tersebut perlu dilakukan melalui layanan sosial yang terintegrasi, penguatan dukungan untuk lansia rentan, serta pengembangan ekonomi perak (silver economy) yang inklusif. Ekonomi Perak merupakan sistem ekonomi yang berfokus pada pasar, produk dan layanan untuk penduduk lanjut usia.

Hal tersebut disampaikan Agus Jabo saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Internasional (HLUIN) 2026, peluncuran buku tentang lansia, dan Kick-off Pengembangan Ekonomi Perak di Kantor Keaparatur negara kementerianan PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

“Peringatan Hari Lanjut Usia Internasional (HLUIN) menjadi momentum penting demi memperkuat komitmen kita dalam menyikapi perubahan demografi di Indonesia,” ujar Agus Jabo.

Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, proporsi penduduk lansia di Indonesia telah mencapai 11,97 persen dan diproyeksikan meningkat menjadi 20,31 persen pada 2045. Artinya, satu dari lima penduduk Indonesia diperkirakan akan berusia lanjut.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 memperlihatkan 41,75 persen lansia berada dalam rumah tangga pada kelompok 40 persen terbawah berdasarkan pengeluaran per kapita. Sementara itu, 44,02 persen lansia merasakan keluhan kesehatan.

Menurut Agus Jabo, kondisi tersebut menegaskan pentingnya kebijakan tentang lanjut usia yang melindungi lansia dalam kondisi rentan dan juga membuka kesempatan untuk lansia yang masih memiliki potensi demi berkontribusi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Keaparatur negara kementerianan Sosial mendorong tiga agenda prioritas dalam menyikapi penuaan penduduk, yakni memperkuat perlindungan sosial untuk lansia rentan, mengembangkan layanan lansia yang terintegrasi, serta mendorong pemberdayaan melalui ekonomi perak.

Melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), Kemensos terus mendorong pelayanan berdasarkan asesmen kebutuhan bersama pendekatan keluarga, komunitas, dan residensial. Penguatan layanan tersebut diarahkan demi mengonfirmasi lansia miskin, lansia yang hidup sendiri, penyandang disabilitas, serta lansia yang membutuhkan dukungan perawatan memperoleh pelayanan sesuai kebutuhannya.

Selain perlindungan sosial, layanan lansia juga perlu menghubungkan aspek sosial, kesehatan, perawatan jangka panjang, dan dukungan psikososial. Penguatan sistem layanan berbasis komunitas melalui pendampingan, rujukan, dan pemantauan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup lansia sekaligus mengurangi beban perawatan yang selama ini sejumlah ditanggung keluarga.

Dalam pengembangan ekonomi perak, Kemensos mendukung inisiatif Bappenas demi menjadikan perubahan demografi sebagai peluang untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dua sektor yang dinilai strategis merupakan pengembangan senior living atau hunian ramah lansia serta industri alat bantu dan teknologi asistif yang mendukung mobilitas, keselamatan, dan kemandirian lansia.

“Keaparatur negara kementerianan Sosial siap berkontribusi sesuai tugas dan kewenangannya, khususnya demi mengonfirmasi lansia rentan tidak tertinggal dalam pengembangan ekonomi perak. Kesuksesan ekonomi perak tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan industri dan investasi, namun dari meningkatnya kesejahteraan, kemandirian, dan martabat lansia,” tegas Agus Jabo.

Agus Jabo menginginkan peluncuran buku kelanjutusiaan dapat memperkuat penyusunan kebijakan berbasis data dan bukti, sementara pengembangan ekonomi perak menjadi awal kolaborasi nyata yang menyerahkan manfaat langsung untuk masyarakat sekitar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut  Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Keaparatur negara kementerianan PPN/Bappenas Maliki, serta Wakil Duta Besar Australia demi Indonesia Gita Kamath. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article