WCCE 2026 Buka Cakrawala Pelaku Ekonomi Kreatif ke Tren Pasar Kustomisasi

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Program Creative Village yang menjadi untukan dari acara World Conference on Creative Economy atau WCCE 2026 membuka peluang untuk industri ekonomi kreatif Indonesia ke tren pasar kustomisasi (customized) bersama potensi pejuang ekraf yang luas di seluruh daerah di Indonesia.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebutkan di masa depan tren ekonomi akan mengarah ke kustomisasi dan personalisasi, bergeser dari pola produksi masal pada saat ini.

“Di Keaparatur negara kementerianan Ekonomi Kreatif, kita percaya bila ke depannya, tren ekonomi masa depan merupakan sesuatu yang customized, personalized, bukan lagi sesuatu yang mass production. Dan Indonesia punya kesempatan demi mendominasi di industri tersebut,” kata Irene saat ditemui media dalam pembukaan Creative Village 2 di MGP Space SCBD, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Ia menyebutkan, melalui Creative Village, Kemenekraf ingin memamerkan potensi besar dari tersangka usaha produk kreatif kepada seluruh peserta delegasi yang hadir bersama kualitas kustomisasi yang tinggi dan berbeda dari produk pasaran lainnya.

Namun ia menyebutkan, produk ekraf Indonesia masih memiliki tantangan demi dapat menangani produksi dalam jumlah sejumlah berakibat dari pameran ini diharapkan dapat membangkitkan kepercayaan diri tersangka ekraf demi dapat memenuhi permintaan pasar namun bersama mempertahankan kualitas tinggi.

Melalui pameran ini, pihak pemerintah juga ingin menjembatani potensi tersebut agar tersangka ekraf nasional memperoleh pasar yang makin luas berakibat dapat meningkatkan daya saing produk kreatif Indonesia.

“Jadi kita sih menginginkan satu hal dari teman-teman di Indonesia dapat merasakan kebanggaan. Bahwa Indonesia ada teman-teman pejuang ekonomi kreatif yang menghasilkan ini, dan kita dari pihak pemerintah berupaya demi nge-bridge supaya market dapat makin terbuka, peraturan dapat makin terbuka,” kata Irene.

Irene menyebutkan, dalam Creative Village yang berlokasi di sejumlah titik di kawasan SCBD ini, memamerkan 21 subsektor yang diampu Keaparatur negara kementerianan Ekonomi Kreatif dan memamerkan ratusan produk dari jenama-jenama yang telah terkurasi dari Sabang sampai Merauke mengawali dari fashion, kriya hingga otomotif.

Selama lima hari pameran, Irene menginginkan akan ada kesempatan business to business matchmaking yang tidak cuma mendorong transaksi secara diplomatis tapi juga berkelanjutan yang dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Keaparatur negara kementerianan juga menginginkan akan ada makin dari 100.000 pengunjung dalam lima hari pelaksanaan WCCE 2026 termasuk pengunjung di 3 lokasi Creative Village di SCBD dan pada Conference Talks di Kempinski.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article