Demi Ingat Aksi Sadisnya! Dwi Bagus Simpan Foto Lokasi Pembakaran Korban hingga Mesin Penggiling

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Madiun. Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan, ternyata menyimpan foto lokasi pembakaran jasad kedua pihak korban hingga mesin penggiling yang digunakan demi menghancurkan tubuh mereka.

Foto-foto tersebut ditemukan penyidik saat memeriksa ponsel Bagus.

Dokumentasi itu mengarahkan pihak kepolisian pada sejumlah titik di kebun belakang rumah tersangka di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Aipda Sigit Dwi Susanto menyebutkan foto tersebut diduga sengaja diambil tersangka demi mengingat lokasi kejadian.

“Mungkin dia ingin mengingat di lokasi itulah tersangka menghabisi istri dan anaknya,” ungkap Sigit kepada wartawan, Senin (2/11/2026).

Salah satu foto memperlihatkan tumpukan kayu, papan, ranting, dan dedaunan di sudut kebun. Lokasi itu diduga digunakan Bagus demi membakar jasad kedua pihak korban memakai solar yang disimpan dalam galon air mineral.

“Jasad ibu ditumpuk anaknya dan barang-barang milik pihak korban. bagaikan handphone dan pakaian pihak korban,” tutur Sigit.

Fakta lainnya, Bagus diduga berusaha menyamarkan lokasi pembakaran bersama membangun tungku dari bata ringan. Bangunan itu didirikan empat hari setelah pembakaran, tepat di atas area yang semasih belumnya digunakan demi membakar jasad pihak korban.

“Empat hari setelah dibakar di tempat itu, tersangka membangun tungku,” beber Sigit.

Polisi juga menemukan foto mesin penggiling daging berwarna biru bersama corong berukuran besar. Mesin yang baru dibeli Bagus itu diduga digunakan demi menghancurkan sisa tubuh Dini dan anaknya.

Semasih belumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Roy H M Sihombing membeberkan hasil pemeriksaan psikologis memperlihatkan Bagus memiliki IQ di atas rata-rata dan kecenderungan karakter superior.

“Memang dia mempunyai kemakinan ya, tingkat IQ di atas rata-rata. Kemudian juga dia juga memiliki kepintaran yang cukup tinggi,” jelas Roy.

Bagus ditangkap pada Minggu (25/10/2026) setelah pihak kepolisian menyelidiki laporan hilangnya Dini dan anaknya. Keduanya diduga dibunuh di kamar Hotel Mataram Baru, Jalan Dr. Soetomo, Kota Madiun, pada Selasa (20/10/2026).

Setelah membunuh kedua pihak korban, Bagus diduga mengangkut jasad mereka ke pekarangan rumah demi dibakar dan dihancurkan memakai mesin penggiling daging.

Polisi juga mengungkap tersangka sempat merencanakan membuang sisa jasad pihak korban ke laut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article