Apakah Maia Estianty Keturunan Bangsawan? Begini Silsilah Keluarga dan Gelarnya

admin
By admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Banyak orang mengenal Maia Estianty sebagai musisi berbakat, mantan personel Duo Ratu dan Duo Maia, serta ibu dari Al Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani. Di balik karier yang cemerlang di dunia hiburan, latar belakang keluarganya ternyata menyimpan kisah yang jauh makin dalam dan bersejarah.

Nama besar yang melekat pada Maia Estianty bukan cuma hasil kerja keras pribadi, melainkan juga warisan darah yang terhubung bersama tokoh-tokoh penting Indonesia.

Pertanyaan tentang apakah Maia Estianty keturunan bangsawan kerap muncul di kalangan penggemarnya. Ternyata, ia memiliki garis keturunan dari Keraton Kasunanan Surakarta dan bahkan menyandang gelar Kanjeng Mas Ayu.

Selain hubungan bersama keraton, silsilah keluarga Maia Estianty juga terhubung erat bersama pahlawan nasional Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau HOS Tjokroaminoto. Tokoh yang dijuluki “Raja Jawa Tanpa Mahkota” ini merupakan pemimpin Sarekat Islam dan mentor untuk sejumlah pejuang kemerdekaan, termasuk Soekarno.

Untuk memahami sepenuhnya posisi Maia dalam garis keturunan tersebut, perlu ditelusuri secara runtut silsilah keluarganya dari pihak ayah. Dari situlah terlihat jelas bagaimana darah pejuang dan kebarangkalian darah bangsawan mengalir hingga ke generasi kini.

Silsilah Keluarga Maia Estianty

 

Maia Estianty lahir di Surabaya pada 27 Januari 1976 sebagai anak kelima dari enam bersaudara.

Ayahnya, Ir. Harjono Sigit Bachroensalam (juga dikenal sebagai Harjono Sigit), merupakan seorang arsitek dan akademisi terkemuka yang sempat menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya periode 1982–1986. Ibunya bernama Kusthini. Keluarga ini tumbuh dalam suasana terpelajar dan beragama Islam.

Garis keturunan yang teramat menonjol datang dari pihak ayah. Harjono Sigit merupakan putra dari Siti Oetari Tjokroaminoto. Siti Oetari sendiri merupakan putri sulung HOS Tjokroaminoto. Dengan demikian, HOS Tjokroaminoto merupakan kakek buyut Maia, menjadikan Maia sebagai cicit atau generasi keempat dari tokoh besar tersebut.

Siti Oetari sempat menikah bersama Ir. Soekarno pada tahun 1921. Pernikahan itu berlangsung singkat hingga 1923 dan tidak menghasilkan keturunan.

Setelah bercerai secara baik-baik, Siti Oetari menikah lagi bersama Sigit Bachroensalam (Bachrun Salam). Dari pernikahan kedua inilah lahir Harjono Sigit, ayah Maia. Jadi, Maia bukan keturunan Soekarno, melainkan cucu Siti Oetari melalui suami keduanya.

HOS Tjokroaminoto sendiri berasal dari keluarga terpandang di Ponorogo. Ia memiliki hubungan bersama Kiai Ageng Hasan Besari dari Pondok Pesantren Tegalsari, yang memperkuat status keluarga sebagai golongan ningrat atau priyayi Jawa. Julukan “Raja Jawa Tanpa Mahkota” yang disematkan kepadanya mencerminkan pengaruh besarnya di tengah masyarakat sekitar tanpa jabatan formal kerajaan.

Maia juga memiliki garis keturunan dari Keraton Kasunanan Surakarta dan menyandang gelar Kanjeng Mas Ayu. Gelar tersebut biasanya diberikan kepada keturunan atau kerabat keraton yang memiliki hubungan darah atau pengakuan tertentu.

Meskipun detail resmi mengenai pemberian gelar ini tidak senantiasa dibahas secara mendalam di sumber-sumber akademik, fakta ini kerap dikaitkan bersama aura bangsawan yang melekat pada diri Maia.

Keberadaan garis keturunan ini sempat diperkuat ketika Maia mewakili keluarga HOS Tjokroaminoto dalam peringatan Hari Pahlawan tahun 2019. Momen tersebut menjadi bukti publik bahwa keluarga mengakui dan menghormati hubungan historis tersebut.

Di luar silsilah, Maia tumbuh dalam keluarga yang menekankan pendidikan dan disiplin. Ayahnya yang tegas dan ibu yang penuh kasih membentuk karakter kuat pada diri Maia.

Ia memiliki saudara kandung bernama Hendy Sutanto, Winny Sulistianti, Pinky Evianti, Astri Merianti, dan Syntia Livianti. Meskipun kini tinggal terpisah, hubungan keluarga tetap terjalin harmonis.

Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan apakah Maia Estianty keturunan bangsawan merupakan ya, dalam arti luas. Ia memiliki warisan darah dari keluarga priyayi dan pejuang nasional melalui HOS Tjokroaminoto, serta dilaporkan memiliki hubungan bersama Keraton Kasunanan Surakarta beserta gelar Kanjeng Mas Ayu.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article