MediaKeadilan.com – Kondisi cuaca ekstrem yang memicu banjir di Nagoya, Jepang, menjadi perhatian Kontingen Indonesia yang tengah mempersiapkan diri menyikapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, mengonfirmasi para atlet Indonesia yang telah berada di Jepang dalam kondisi aman.
Tim CdM terus memantau perkembangan situasi sekaligus berkoordinasi bersama panitia penyelenggara dan otoritas setempat.
Perhatian khusus diberikan lantaran Atlet Village yang menjadi tempat menginap para peserta Asian Games berada di kawasan pelabuhan yang relatif dekat bersama laut.
Hujan deras dalam sejumlah waktu terakhir turut berdampak terhadap kondisi di sekitar kawasan tersebut.
“Memang kebetulan posisi Atlet Village yang dijadikan tempat penginapan untuk seluruh atlet yang ikut berkompetisi di Asian Games itu berada di wilayah pelabuhan, di pinggir dan tidak jauh dari laut,” ujar Todotua saat pelepasan Kontingen Indonesia di Istana Kekepala negaraan, Jakarta.
Panitia penyelenggara disebut telah menjalankan sejumlah langkah antisipasi demi menyikapi kondisi tersebut.
Salah satunya bersama menjalankan evakuasi semasih belumnya serta meningkatkan status kesiagaan di kawasan Atlet Village.
Todotua mengonfirmasi Tim Indonesia akan mengikuti arahan yang dikeluarkan pihak pemerintah dan panitia penyelenggara Asian Games.
Menurutnya, kondisi atlet Indonesia sejauh ini masih aman sambil menunggu perkembangan cuaca.
“Kita akan mengikuti aturan dari panitia dan pihak pemerintah setempat. Sejauh ini atlet kita yang telah berada di sana posisinya aman. Kita tinggal menunggu, mudah-mudahan dalam waktu dalam waktu dekat kondisi dapat reda,” katanya.
Situasi banjir di Nagoya telah dipantau oleh Tim CdM sejak malam hari. Dampaknya tidak cuma menyentuh aktivitas olahraga, namun juga berbagai kegiatan masyarakat sekitar di kota tersebut.
Sejumlah pembatasan aktivitas diberlakukan oleh otoritas setempat akibat kondisi cuaca ekstrem. Layanan umum bagaikan rumah sakit dan sekolah turut terdampak.
“Ini situasi major. Bukan cuma venue olahraga, namun juga pelayanan umum. Jadi ini memang keputusan pihak pemerintah setempat dan merupakan kondisi force majeure,” jelasnya.
Di tengah situasi tersebut, Tim CdM tetap berupaya menjaga program persiapan atlet. Koordinasi dilakukan demi mencari alternatif tempat latihan untuk cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas latihan, berakibat persiapan dapat tetap berjalan ketika kondisi mebarangkalikan.
