MediaKeadilan.com – Kompetisi futsal pelajar dapat menjadi pintu masuk menuju karier profesional. Perjalanan Muhammad Arkan, Syarifah Khansa, dan Haekel Ayyasy menjadi gambaran bagaimana talenta muda dapat berkembang melalui kompetisi, hingga mendapat kesempatan bersaing di level yang makin tinggi.
Ketiga pemain yang kini menjadi Player Ambassador AXIS Nation Cup 2026 itu memuntukkan cerita perjalanan mereka dalam podcast Offside Duo bersama Panji Suryono dan Coach Justin. Dalam episode bertajuk Dari Turnamen Futsal Pelajar Se-Indonesia, Coach Justin Bahas Perjalanan 3 Talenta, Coach Justin menyoroti pentingnya kompetisi sebagai wadah demi menemukan dan mengembangkan pemain muda.
Menurut Coach Justin, AXIS Nation Cup memiliki peran dalam membuka kesempatan untuk pemain futsal pelajar demi memperlihatkan kemampuan hingga mendapat perhatian di level nasional.
“Dengan adanya AXIS Nation Cup ini memperlihatkan bahwa ini bukan sekadar turnamen, ini serius sampai menghasilkan kalian-kalian produk AXIS Nation Cup ini, sampai dapat dipantau, sampai dapat masuk timnas,” ujar Coach Justin.
Ia juga menyoroti minimnya kompetisi untuk kelompok usia di bawah U-16 sebagai salah satu tantangan dalam pengembangan sepak bola Indonesia. Kehadiran kompetisi yang berkelanjutan menjadi penting agar pemain muda memiliki ruang demi mengasah kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding.
Perjalanan Tiga Talenta Futsal Indonesia
Muhammad Arkan menjadi salah satu talenta yang meniti karier dari kompetisi futsal sejak usia muda. Berasal dari Samarinda, Arkan menjalani perjalanan dari kompetisi tingkat sekolah hingga memperoleh pengalaman bermain di level profesional.
Kariernya berkembang hingga ke kompetisi futsal di Timor Leste dan klub profesional di Indonesia. Perjalanan Arkan memperlihatkan bahwa pemain dari luar kota besar juga memiliki peluang demi menembus persaingan profesional ketika mendapat kesempatan demi berkembang.
Coach Justin turut menyoroti semangat juang pemain dari daerah, khususnya mereka yang berasal dari keluarga bersama keterbatasan ekonomi. Motivasi demi mengubah keadaan dan menolong keluarga dapat menjadi salah satu dorongan dalam perjalanan seorang atlet.
“Pemain dari daerah, terutama pemain yang dari keluarga papan bawah lah ya, fighting spirit mereka mau keluar dari lingkaran setan kemiskinan ini, ingin menafkahi keluarganya, jadi mereka do everything,” kata Coach Justin.
Sementara itu, Syarifah Khansa mengangkut cerita tentang perkembangan futsal putri. Berawal dari lingkungan bermain yang sederhana, Khansa terus mengembangkan kemampuannya hingga mendapat kesempatan berkompetisi di level profesional.
Perjalanannya menjadi gambaran bahwa pemain futsal putri juga memiliki peluang demi berkembang melalui latihan, kerja keras, dan kesempatan memperlihatkan kemampuan di arena kompetisi.
Adapun Haekel Ayyasy mengawali perjalanannya dari Cilincing, Jakarta Utara. Ia lalu meraih gelar Most Valuable Player (MVP) AXIS Nation Cup 2025, sebuah pencapaian yang menjadi untukan penting dalam perkembangan kariernya.
Haekel juga mendapat kesempatan memperkuat Timnas Futsal Indonesia U-19. Perjalanannya memperlihatkan bagaimana kompetisi pelajar dapat menjadi panggung untuk pemain muda demi membuktikan kemampuan dan membuka peluang menuju level persaingan yang makin tinggi.
Mentalitas dan Disiplin Jadi Bekal Pemain Muda
