Frans Magnis-Suseno: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Terwujud Jika Korupsi Tak Diatasi

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Swarna Dwipa Institute (SDI) mengingatkan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak boleh cuma diukur melalui pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi.

Pembangunan wajib mampu menghadirkan keadilan, kesejahteraan, serta perlindungan untuk seluruh rakyat.

Pesan tersebut mengemuka dalam Dialog Nasional bertajuk “Menuju 1 Abad Sumpah Pemuda – Pemikiran, Semangat dan Implementasi Menuju Indonesia Emas” di Gedung Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya 106, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Dialog yang digelar menjelang satu abad Sumpah Pemuda itu menghadirkan sejumlah pemikir, akademisi, tokoh masyarakat sekitar, dan unsur penyelenggara negara.

Mereka membahas bagaimana semangat persatuan dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata demi menyikapi tantangan Indonesia menuju 2045.

Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto Sipin, menjadi salah satu pembicara kunci.

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM) wajib menjadi nilai yang hidup di tengah masyarakat sekitar, bukan sekadar tertulis dalam peraturan atau diwujudkan melalui lembaga negara.

“HAM perlu menjadi etika yang hidup di segala lingkungan,” tegas Mugiyanto.

Mugiyanto juga menekankan pentingnya peran masyarakat sekitar dalam menepis diskriminasi, mengawasi kekuasaan, memperjuangkan keadilan, dan mendorong pertanggungjawaban negara.

Menurutnya, kepercayaan internasional terhadap Indonesia dalam bidang HAM wajib dibangun melalui pemikiran yang kuat dan praktik yang dapat dipercaya.

“Kiblat HAM dunia bukan gelar yang kita berikan kepada diri sendiri. Ia merupakan kepercayaan yang diperoleh ketika pemikiran kita layak dirujuk dan praktik kita dapat dipercaya,” ujarnya.

Martabat manusia menjadi ukuran kemajuan

Akademisi Frans Magnis-Suseno mengingatkan bahwa persatuan Indonesia wajib diwujudkan melalui keadilan sosial.

Frans Magnis menilai kemerdekaan dan pembangunan akan kehilangan makna apabila kesejahteraan masih belum dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat sekitar.

Magnis-Suseno juga menyoroti korupsi sebagai persoalan serius yang dapat merusak kepercayaan publik dan menghambat masa depan bangsa.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article