JK di Yale: Kemanusiaan Harus Melampaui Batas Negara

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Wakil Presiden Republik Indonesia ke 10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa nilai kemanusiaan wajib menjadi landasan utama dalam menyikapi krisis global, baik yang dipicu konflik bersenjata maupun bencana alam.

Menurutnya, rasa kemanusiaan yang melampaui batas negara, ras, etnis, dan agama menjadi modal penting untuk masyarakat sekitar dunia demi mencari solusi bersama.

Hal tersebut disampaikan JK dalam kuliah umumnya bertajuk Conflict Resolution and Peacebuilding, as well as Humanitarian and Disaster Response in Pluralistic Indonesia atau “Penyelesaian Konflik dan Pembangunan Perdamaian, serta Respons Kemanusiaan dan Bencana di Indonesia yang Majemuk” di Linsly-Chittenden Hall, Yale University, New Haven, Connecticut, Amerika Serikat, Jumat (23/10/2026) petang waktu setempat.

Di hadapan sekitar 100 peserta kuliah yang terdiri dari kalangan akademisi dan dosen Yale, JK menerangkan bahwa dunia pada saat ini menyikapi berbagai krisis yang saling berkaitan.

Konflik bersenjata di sejumlah kawasan berlangsung bersamaan bersama ancaman bencana alam dan persoalan kemanusiaan yang dampaknya melintasi batas negara.

“Kemanusiaan wajib menjadi paradigma utama kita dalam menyikapi krisis global. Kemanusiaan melampaui batas negara, ras, etnis, agama, dan afiliasi apa pun. Selama rasa kemanusiaan menjadi titik tolak kita, krisis global dapat kita hadapi dan atasi bersama,” ujar JK.

Semangat dan Ilmu Pengetahuan Mengubah Peta Kekuatan

Dalam kuliahnya, JK juga menyoroti perubahan dinamika kekuatan militer dunia. Menurutnya, kepemilikan persenjataan modern tidak senantiasa menjamin suatu negara dapat mengalahkan lawannya bersama mudah.

Semangat, strategi, dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi turut menentukan kemampuan suatu pihak dalam menyikapi konflik.

JK mencontohkan perang Rusia-Ukraina yang berlangsung berkepanjangan, kemampuan Iran bertahan menyikapi tekanan Amerika Serikat dan Israel, serta ancaman kelompok bersenjata Houthi terhadap negara-negara di kawasan Teluk.

“Perkembangan konflik pada saat ini memperlihatkan bahwa keunggulan persenjataan saja tidak cukup. Semangat, strategi, serta kemampuan menguasai dan mengoperasikan teknologi juga amat menentukan. Karena itu, ilmu pengetahuan dan kemampuan manusia menjadi faktor penting dalam menyikapi tantangan,” kata JK.

Ia menilai, pengalaman berbagai konflik tersebut menjadi pengingat bahwa penyelesaian persoalan keamanan tidak cukup cuma mengandalkan kekuatan militer.

Pemahaman terhadap akar masalah, kemampuan berdialog, dan pendekatan kemanusiaan tetap diperlukan demi membuka jalan menuju perdamaian.

Ancaman Bencana dan Krisis Pangan

Selain konflik bersenjata, JK mengingatkan bahwa dunia juga menyikapi ancaman bencana alam yang berpotensi memicu persoalan kemanusiaan dalam skala luas.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article