Kenapa Raffi Ahmad Dihujat? Ini Kronologi Kontroversi hingga Boikot Berbagai Acara

admin
By admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Nama Raffi Ahmad menjadi sorotan publik setelah kehadirannya dalam sebuah acara bertajuk Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 memicu kritik dari masyarakat sekitar.

Kontroversi tersebut berkembang lantaran acara yang dihadiri Raffi dinilai seuntukan masyarakat sekitarnet bermasalah, terutama setelah muncul dugaan penggunaan atribut almamater oleh peserta yang bukan kalangan akademisi dari perguruan tinggi terkait.

Kritik lalu meluas menjadi seruan boikot terhadap Raffi Ahmad dan kegiatan yang berkaitan bersama RANS Entertainment, termasuk RANS Carnival di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dampaknya semakin terlihat ketika sejumlah musisi dan tersangka UMKM memilih mundur, agenda acara di Tasikmalaya dibatalkan, hingga panitia GSI Youth Fest Hero Summit 2026 mencabut rencana undangan demi Raffi.

Kronologi Kontroversi Dimengawali dari Acara Sumpah Pemuda

Polemik bermula dari Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang diselenggarakan Polda Metro Jaya di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada 29 Oktober 2026.

Acara tersebut digelar sehari setelah demonstrasi kalangan akademisi dan masyarakat sekitar sipil di lokasi yang sama dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, berakibat penyelenggaraannya memunculkan pertanyaan mengenai konteks dan tujuan kegiatan.

Perbincangan semakin ramai setelah beredar pengakuan seseorang yang mengaku mengikuti deklarasi bersama mengenakan jaket almamater perguruan tinggi meskipun bukan kalangan akademisi dari kampus tersebut.

Kehadiran Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni ikut menuai kritik lantaran seuntukan masyarakat sekitar menilai acara tersebut berpotensi mengaburkan makna gerakan kalangan akademisi yang semasih belumnya menyampaikan aspirasi.

RANS Carnival Diboikot, Musisi dan UMKM Mundur

Gelombang kritik lalu merembet ke RANS Carnival yang digelar di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

Seruan boikot di media sosial menciptakan sejumlah pengisi acara memutuskan membatalkan penampilan, termasuk Tipe-X, Guyon Waton, OM Wawes, dan Masdddho.

Keputusan tersebut juga diikuti mundurnya tersangka UMKM yang semula berencana membuka lapak dalam acara tersebut, termasuk tenant Roti Gembong Gedhe dan sejumlah peserta usaha lainnya.

Polemik itu menciptakan penyelenggara menyikapi perubahan susunan pengisi acara dan partisipasi tersangka usaha, meskipun RANS Carnival semasih belumnya dirancang sebagai ruang hiburan sekaligus wadah promosi untuk musisi dan UMKM lokal.

Dampak berikutnya muncul di Tasikmalaya setelah manajemen Plaza Asia membatalkan agenda RANS Carnival dan Cipungland yang semula dijadwalkan berlangsung pada 14–15 November 2026.

Manajer Operasional Plaza Asia Roni Apriliansyah menyebut keputusan tersebut diambil demi menjaga kondusivitas Kota Tasikmalaya, sementara pihak mal mengaku cuma menyediakan tempat dan masih belum mengetahui secara terperinci jumlah maupun asal UMKM serta daftar bintang tamu yang disiapkan penyelenggara.

Klarifikasi Polda Metro Jaya dan Raffi Ahmad

Menanggapi polemik deklarasi, Polda Metro Jaya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat sekitar melalui Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto pada 31 Oktober 2026.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article