MediaKeadilan.com – Analis politik dan militer Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting menilai pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai batas kekuasaan memiliki pesan politik yang dapat dikaitkan bersama persiapan menuju Pilpres 2029.
“Ya tentu saja untuk saya mudah sekali ya dibaca pidato politik AHY, mudah sekali demi kita baca,” kata Ginting dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV, Kamis (10/9/2026).
Ginting menyoroti posisi AHY yang pada saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus aparatur negara kementerian dalam pihak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pertama AHY memiliki kekuasaan lantaran dia juga Ketua Umum Partai Demokrat yang berada di koalisi pihak pemerintahan dan dia juga aparatur negara kementerian di dalam pihak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Menurut Ginting, posisi tersebut menciptakan pernyataan AHY mengenai kekuasaan yang memiliki batas waktu memiliki makna politik.
“Kita akan menyaksikan pidato itu memiliki pesan bahwa kekuasaan itu wajib ada batas waktu dan merupakan amanah dari rakyat. Ini mirip-mirip kan bersama yang disampaikan Poros Solo, maka kita wajib lihat ini pesan dari Poros Cikeas,” katanya.
Ia menilai pesan tersebut dapat memiliki resonansi politik menuju Pilpres 2029, meski Partai Demokrat telah membantah pidato AHY sebagai deklarasi pencapresan.
“Ya sah-sah saja Demokrat menyebutkan bagaikan itu, tapi untuk saya sah-sah juga bila ada persepsi publik, perspektif politik, ini merupakan langkah awal pencapresan 2029,” ujarnya.
Ginting menyebutkan pembacaan terhadap pidato politik tidak cukup cuma berdasarkan teks yang disampaikan. Menurutnya, momentum, panggung, posisi AHY sebagai Ketua Umum Demokrat, serta kader partai yang menjadi audiens juga perlu diperhatikan.
“Maka AHY sebagai ketua umum Partai Demokrat sekaligus untukan dari pihak pemerintahan, kalimat yang diucapkan bahwa kekuasaan itu memiliki batas otomatis mempunyai resonansi politik menuju 2029 mendatang,” kata Ginting.
Meski masih belum dapat disebut sebagai deklarasi pencapresan, Ginting menilai pidato tersebut memperlihatkan adanya upaya AHY membangun posisi politik.
“Jadi memang masih belum tentu ini sebuah deklarasi menuju pencapresan namun jelas ini merupakan proses membangun political visibility,” ujarnya.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini
